Target Market Tepat, Pebisnis Ini Tetap Kokoh Selama Pandemi

Target Market Tepat, Pebisnis Ini Tetap Kokoh Selama Pandemi

Addiction.id-Jakarta Keterbatasan modal kerap menjadi masalah bagi pebisnis pemula. Namun, hal ini tak berlaku bagi Nanang Suherman, pemilik Ayam Goreng Nelongso. Ia yang mulanya hanya punya modal Rp500.000,-, kini bisa mendapat omzet ratusan juta dan memiliki 71 outlet. Luar biasa, bukan?

Menurut cerita Nanang, ia memaksakan diri untuk kuliah meski orang tuanya tak sanggup untuk membayar. Di 2005, ia rela berjualan koran di lampu merah untuk memenuhi kebutuhan kuliah. Seiring berjalannya waktu, ia mulai mencoba peruntungan dengan memulai bisnis, dari bisnis properti hingga pabrik biji plastik. Sayangnya, usaha terakhir yang ia jalani gagal.

Nanang Suherman, Pemilik Ayam Goreng Nelongso

Setelah istrinya gajian, ia nekat membuka usaha Ayam Goreng Nelongso dengan uang Rp500.000,-.

“Cuma Rp500.000, saya tetap berusaha untuk punya bisnis itu. Ternyata Insyaallah, Tuhan itu memberikan jalan selama kita mau berusaha. Kebanyakan dari kita masih memikirkan pilihan yang menyenangkan dan lain-lain. Tapi kalau bagi saya sendiri, yang penting saat itu ya makan aja gitu,” ungkap Nanang di acara virtual, Jumat (16/7).

Nanang mengatakan dalam memulai bisnis, orang awam kerap memikirkan yang penting buka saja. Padahal, lanjutnya, yang terpenting adalah mengenal terlebih dahulu target market yang ingin dituju oleh bisnis yang akan dijalani

“Kalau saya saat itu langsung concern ke target market, sehingga saya setia ke target market tersebut. Terutama target market saya kan 70% mahasiswa, 20% yang mau jadi mahasiswa, 10% mantan mahasiswa,” tutur Nanang.

Pemilihan target market tersebut pun memengaruhi pembukaan cabang baru Ayam Goreng Nelongso. Adapun ke-71 cabang itu Nanang pilih sendiri. Nanang mengatakan, di masa pandemi COVID-19, tak ada satupun cabangnya yang tutup. Ini karena ia menargetkan daerah penghasil mahasiswa.

“Syukur, alhamdulillah, juga di tempat penghasil mahasiswa itu ternyata sampai jadi penyumbang omzet tertinggi bagi Ayam Goreng Nelongso,” katanya.

Selain itu, Nanang juga mengatakan bahwa untuk menjalankan bisnis diperlukan adaptasi terhadap target market yang dituju oleh bisnis. Jika tidak beradaptasi, maka bisnis yang dijalani tak bisa bertahan.

(LH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :