Sandiaga Uno, Ekonomi Kreatif dan Merek Lupba

Sandiaga Uno, Ekonomi Kreatif dan Merek Lupba

Addiction.id-Jakarta Ekonomi kreatif menjadi salah satu fokus pengembangan perekonomian berbasis sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan penuh inovatif. Sehingga melahirkan berbagai kreasi dalam ber-enterpreuner. Hal itu yang menjadi concern dari Perkumpulan Bumi Alumni (PBA), sebuah organisasi yang menjadi payung bagi pelaku bisnis UMKM untuk mengembangkan usahanya.

Inovasi dan terobosan menjadi dua kata kunci bagi PBA, untuk memberikan stimulan bagi anggotanya untuk berbisnis. Menurut Ketua  Umum PBA Dr. Ary Zulfikar, misi besar pembentukan PBA adalah untuk berinovasi, konsisten dalam melakukan kolaborasi bisnis untuk mewujudkan visi dan misi UMKM alumni yang mandiri secara finansial, serta mampu bersaing di pasar global.

Terobosan fenomenal dari PBA adalah menghadirkan merek kolektif yang bernama Lupba. Merek kolektif adalah merek bersama yang dikelola oleh PBA.  Para pelaku UMKM yang tergabung dalam PBA tidak perlu repot membuat merek sendiri. Cukup menggunakan merek Lupba untuk produk-produk yang dibuatnya.

“Pelaku UMKM mendapat manfaat yang sama tanpa perlu bersaing dengan produk sejenis, sehingga bisa fokus dalam mengembangkan produk,” jelas Dr. Dewi Tenty, SH,MH,MKn Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga, PBA.

Merek kolektif Lupba sudah memiliki berbagai macam 10 produk dan 19 varian dari mulai kopi, kripik pisang kapok, bawang goreng, kripik batang pisang, sari jahe, sari kunyit dan lain sebagainya. Produk Lubpa ini bisa didapatkan diberbagai marketplace dan Gerai Cafe Lupba.

Inovasi dan kreativitas yang dilakukan oleh PBA ini menjadi salah satu upaya mendorong pemulihan ekonomi yang terpuruk karena pandemi COVID-19. UMKM yang kreatif tidak menyerah bahkan melakukan upaya melakukan terobosan agar tetap produktif dan berkembang.

Hal inilah yang membuat Menteri  Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno memberikan apresiasi terhadap gerakan kewirausahaan yang dilakukan oleh PBA. Hal tersebut ia sampaikan dalam audiensi  dengan PBA yang dilangsungkan secara virtual  beberapa waktu lalu. Meski melalui Zoom, audiensi berlangsung penuh keakraban dan kehangatan.

Ary Zulfikar atau Azoo menyampaikan program kerja sekaligus memperkenalkan produk-produk yang dimiliki oleh para pelaku UMKM Alumni pada PBA. “Kegiatan yang dilakukan oleh PBA sejalan dengan arahan Pak Menteri yang selalu didengungkan selama ini untuk melakukan pengembangan UMKM, yaitu melakukan kolaborasi dan aksi, atau Kolaboraksi,” ujar Ary.

“Kolaborasi ini yang diterjemahkan oleh kami di PBA adalah melakukan kolaborasi di antara pelaku UMKM dalam suatu komunitas dan melakukan aksi dengan mengusung merek kolektif sebagai wadah dalam membantu pengembangan pelaku UMKM Alumni,” tambah Ary.

Sandiaga Uno sangat  menghargai  upaya  PBA menggerakkan ekonomi kreatif di kalangan pelaku UMKM.  Ia mengajak serta para deputi dan jajarannya untuk menyaksikan pemaparan dari PBA. Ia melihat gerakan PBA sebagai sesuatu yang keren sekali. Produknya bagus-bagus dari kemasan, tampilan, maupun gerai.

Sandiaga Uno juga menyampaikan bahwa dari paparan kegiatan dan program yang dilakukan oleh PBA sangat cocok dengan beberapa kegiatan yang selama ini dilakukan di kementeriannya.

“Gagasan Perkumpulan Bumi Alumni sangat sesuai dengan program-program Kemenparekraf,” ujarnya. Ia meminta para deputinya yang hadir untuk memberikan dukungan kepada PBA.

Dalam kesempatan itu juga, Ketua Bidang Hubungan Antarlembaga Dr. Dewi Tenty menyampaikan jenis-jenis produk merek kolektif PBA“Lupba”, mulai dari kopi, madu, keripik pisang, keripik batang pisang, hingga pupuk cair.

”Dengan merek kolektif, pelaku UMKM  tidak perlu mengeluarkan biaya marketing yang besar, karena semuanya dilakukan secara bersama-sama. Saat ini sudah banyak produk-produk UMKM PBA Alumni yang ikut dalam merek kolektif Luba,” ujar Dewi Tenty, atau biasa dipanggil Dete.

”Kami memanfaatkan pohon pisang yang semuanya dijadikan produk, dari keripik pisang, keripik batang pisang, sampai dengan kulitnya dijadikan pupuk cair. Produk ini mendapatkan penghargaan dari Jepang,” pungkas Dete yang juga pemerhati Koperasi.

Kemenparekraf menawarkan kepada PBA untuk mengikuti pelatihan maupun pembiayaan, termasuk program pameran dan acara apresiasi karya Indonesia.

Menurut Deputi Industri dan Investasi Kemenparekraf Fajar Utomo, ada paguyuban yang dikelola oleh Kemenparekraf yang dapat dimanfaatkan untuk dikolaborasi dengan PBA.

Program-program lainnya yang ditawarkan adalah kelas keuangan yang bisa dimanfaatkan oleh UMKM Bumi Alumni. Anggota PBA juga diharapkan dapat bergabung di Apresiasi Kreasi Indonesia melalui www.apresiasikreasiindonesia.com.

Apresiasi Kreasi Indonesia ini merupakan program pengembangan ekonomi kreatif melalui peningkatan kapasitas dan pameran kepada para pelaku ekonomi kreatif pada subsektor kuliner, kriya, fesyen, musik, film, animasi, dan lainnya di 20 kota, antara lain Bogor, Tasikmalaya, Bandung, dan Semarang.

Selain itu juga ada program online marketing, pelatihan scaling up, inkubasi pendampingan untuk Online & Branding dan Managemen Kreasi serta platform digital.

”Saya kagum dengan produk-produk UMKM PBA yang sudah bagus dan unik,” ujar Deputi SDM Kemenparekraf Hanifah.

Ary juga menambahkan bahwa selain mengembangkan platform digital untuk pemasaran produk, PBA juga membuka gerai-gerai Cafe Lupba yang saat ini ada dua di Bandung. Gerai Cafe Lupba untuk menampung produk-produk dari UMKM Alumni PBA.

Terkait dengan Gerai Cafe Lupba, salah satu deputi Kemenparekraft juga memuji langkah ini, karena selama ini juga Kemenparekraf juga membantu pengembangan gerai-gerai seperti itu kepada pelaku UMKM kecil.

”Kami juga lagi mengembangkan agriwisata, karena banyak pelaku UMKM kita yang berasal dari pertanian dan peternakan,” pungkas Ary yang juga Direktur Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan.  Sandiaga berharap, setelah audiensi, ada tindak lanjut kerja sama antara Kemenparekraf dengan Perkumpulan Bumi Alumni.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :