Dorong Vaksinasi Lewat Iklan, Kenapa Pemerintah Australia Dikecam?

Dorong Vaksinasi Lewat Iklan, Kenapa Pemerintah Australia Dikecam?

Addiction.id-Jakarta Pemerintah Australia membuat dan menayangkan iklan layanan masyarakat terkait pentingnya vaksinasi COVID-19. Alih-alih mendapat respons positif, iklan ini justru dikecam banyak pihak. Pasalnya, iklan ini dianggap menakut-nakuti masyarakat.

Sebagai informasi, pemerintah federal Australia merilis dua iklan soal vaksinasi COVID-19 pada akhir pekan lalu, dilansir Selasa (13/7).

Salah satunya menampilkan seorang perempuan muda yang sesak nafas karena COVID-19. Iklan lainnya menampilkan sejumlah orang yang mengenakan gelang lengan bertuliskan Band-Aids. Kedua iklan ini memberi pesan bagi untuk tinggal di rumah dan melakukan tes COVID-19, dengan jargon: “Persenjatai diri melawan COVID-19.”

Iklan tersebut saat ini hanya ditayangkan di Sydney, yang berada dalam cengkeraman wabah varian Delta dan berada di pekan ketiga lockdown.

Menurut Menteri Kesehatan Federal Australia Greg Hunt, jargon iklan itu tepat sasaran. Iklan itu memberi pesan kepada siapa pun untuk mengikuti vaksinasi guna menyelamatkan orang lain.

Kedua iklan itu rupanya dikecam oleh pakar kesehatan. Ada yang menganggap bahwa iklan itu menakut-nakuti warga. Salah satunya Dr Jessica Kaufman, seorang peneliti di Murdoch Children’s Research Institute.

Dr Kaufman juga menyebut jika iklan itu bisa meningkatkan keraguan warga terhadap vaksin COVID-19, manipulatif, serta meningkatkan ketidakpercayaan pada pemerintah.

“Kami telah melihat bahwa kampanye ketakutan atau pesan menakutkan tentang penyakit sebenarnya bisa membuat warga menjadi lebih takut akan efek samping vaksin,” tuturnya, beberapa waktu lalu.

Ia pun mengkritik keputusan pemerintah yang menargetkan iklan tersebut kepada anak muda yang belum memenuhi syarat untuk menerima vaksin Covid-19.

“Mereka benar-benar menyasar anak muda karena, menurut saya,  anak muda melanggar aturan di Sydney. Tapi itu juga membingungkan dengan mengatakan: tinggal di rumah dan pesan vaksinasi Anda. Sementara mereka belum memenuhi syarat vaksinaasi,” katanya.

Sejumlah pengguna sosial juga turut mengkritik iklan lantaran dinilai tak adill menargetkan kaum muda. Sebab warga di bawah umur 40-an tahun bisa divaksinasi pada akhir tahun, sebagaimana rekomendasi lembaga kesehatan resmi. Sebelumnya, lembaga kesehatan meminta kaum muda menunggu vaksin Pfizer daripada vaksin AstraZeneca yang telah tersedia. Australia saat ini kekurangan pasokan vaksin Pfizer.

“Benar-benar ofensif untuk menjalankan iklan seperti ini ketika warga Australia dalam kelompok usia ini masih menunggu vaksinasi mereka,” tweet penyiar Hugh Riminton.

Di sisi lain, Dr Kaufman dan ilmuwan lainnya memuji upaya pemerintah federal atas upayanya dalam membuat iklan vaksin Covid-19 tersebut. “Ini adalah kampanye senilai 41 juta dolar (Rp 592 miliar), jadi saya pikir publik Australia berhak mengetahuinya,” ungkap mereka.

(LH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :