Cara Tepat Insan Periklanan Hadapi Pandemi COVID-19

Cara Tepat Insan Periklanan Hadapi Pandemi COVID-19

Addiction.id-Jakarta Pandemi COVID-19 belum juga berakhir. Sebagaimana telah diketahui, sejak pandemi ini melanda dunia, nyaris semua aspek kehidupan manusia terkena dampaknya. Semua orang diimbau untuk tetap di rumah dan menaati protokol kesehatan (prokes) guna mencegah penularan COVID-19. Semua negara berusaha mengatasi dampak yang disebabkan oleh pandemi.

Namun, masih saja berita tentang nahasnya dunia, seperti kematian akibat COVID-19, beredar setiap hari. Kemudian masih ada pula orang yang mengabaikan imbauan prokes, ada pula yang tak percaya COVID-19, dan sebagainya.

Hal-hal seperti itu sering kali membikin banyak orang tertekan bahkan depresi. Berangkat dari hal ini, penulis buku “Filosofi Teras” Henry Manampiring mengingatkan agar sebaiknya manusia memfokuskan diri pada hal-hal yang lebih berguna. Pasalnya, kata dia, energi mental manusia itu terbatas.

“Karena energi mental kita terbatas, maka harus kita alokasikan ke hal-hal yang lebih berguna. Apa hal-hal yang lebih berguna? Meminjam konsep yang ada di ‘Filosofi Teras’, itu adalah hal-hal yang bisa kita kendalikan,” tutur dia melalui sambungan telepon, beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan bahwa di dalam dunia ini ada hal yang tak bisa dan bisa dikendalikan. Ia mencontohkan, hal yang tidak bisa dikendalikan, misalnya, perihal kapan pandemi berakhir, tepat atau tidaknya kebijakan pemerintah, efektif atau tidaknya vaksin, hingga ketaatan seseorang terhadap prokes.

“Ada banyak hal di luar kendali kita. Kalau kita memakai energi mental yang terbatas untuk terus-terusan ngurusin hal yang di luar kendali, kita akan capek sendiri. Punya concern gak apa-apa, tapi kalau kita terus-terusan membahas itu di media sosial, ngomongin itu melulu… menurut saya, itu bukan alokasi energi yang tepat,” pungkas Henry.

Maka dari itu, ia menekankan bahwa sejatinya yang bisa dikerjakan seseorang adalah hal-hal yang ada di bawah kendali mereka.

“Jangan pusingin orang lain dan pemerintah. Mendingan kita tanya, ada gak tetangga yang bisa dibantu? Mungkin yang lagi isolasi mandiri perlu bantuan, kita bantu. Kalau gitu, mari kita bergerak sesuai kapasitas kita,” kata Henry.

Lebih lanjut, pria yang juga berkiprah di industri periklanan ini pun mengatakan prinsip tersebut juga berlaku dalam hal pekerjaan. Ia pun turut berpesan kepada insan periklanan, menimbang ada banyak hal di luar kendali diri, sebaiknya bekerja dengan sebaik-baiknya.

“Kita ‘kan gak tahu ekonomi ini terpuruk sampai kapan. Begitu juga pandemi. Jadi yang bisa kita lakukan saat ini, kalau kita punya client, ya kita kerjakan sebaik-baiknya. Jangan pusingin kapan kelar pandeminya. Mendingan pusingin client-nya happy gak sama kita? Itu lebih penting daripada kita kehilangan client, itu malah lebih sedih lagi,” tuturnya, disambung tawa kecil Henry.

“Jadi starting point kita adalah karena energi mental kita terbatas, marilah kita fokus dihal-hal yang bisa kita kendaliin. Hal yang di bawah kendali kita ya belajar prima, ikhlaskan,” tutupnya.

(LH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :