Yerry Indrajaya, Perginya Sang Kreator Standard Baru Industri Periklanan

Yerry Indrajaya Ciptakan Standard Baru di Industri Periklanan

Addiction.id-Jakarta Industri kreatif kehilangan salah satu sosok yang paling berharga, yaitu Yerry Indrajaya. Chief Creative Officer Finch Agency ini berpulang pada Sabtu, 12 Juni 2021, di rumah sakit di Jakarta. Ia meninggal karena terkena Angina, yang kemudian menyerang jantungnya.  

Sepanjang hidupnya, Yerry lama berkiprah di industri periklanan. Sudah belasan tahun ia berkarier di industri tersebut.

“Salah satu kontribusi Yerry untuk industri tuh dia membawa harum nama Indonesia ke kancah iklan dunia,” ungkap Eby Karsono, New Business Director di Finch Agency, beberapa waktu lalu.

Untuk diketahui, Yerry sempat membikin tim agensi Y&R Jakarta menyabet medali emas di Cannes Advertising Festival 2010. Ini merupakan kali pertamanya bagi agensi periklanan di Indonesia memenangkan penghargaan di ajang paling bergengsi di seluruh dunia.

Garapan Y&R Jakarta, Iklan Pemenang Medal Emas di Cannes Lions 2010

“Selain itu, dia membuat a new benchmark pada saat pitching. Entah dari sisi deck, gimana approach pitching itu sendiri, approach client-nya. Deck Yerry itu bagus banget. Dari sisi konsumen, masuk. Dari sisi brand, masuk. dan selalu ada yang membikin stuck di kepala mereka, entah kata-kata, entah hashtag,” tutur Eby, yang juga merupakan teman akrab Yerry.

Mengenang Yerry, Eby mengatakan bahwa Yerry merupakan pribadi yang blak-blakan dan terus mau belajar. Yerry sendiri punya motto hidup “survive happily”, yang ia jadikan sebagai tato di tangan kanannya.  

“Secara profesional, dia itu kalau melihat sesuatu mencoba men-simplify, mencoba menyederhanakan. Jadi kalau ada brief dari klien, dia sederhanakan. Terus dia lihat dari macam-macam sisi yang berbeda. Dia juga percaya bahwa semua klien harus di-respect. Gak peduli dia anak baru atau bukan. Kami yakin, one day that people itu grow,” ujar Eby.

“Dia yakin bahwa leader itu harus create leader. Dia juga sangat percaya gut feeling-nya dia,” imbuhnya.

Sebagai informasi, karier Yerry bermula di 2003, di mana ia bergabung di Bintang Pratama Communication sebagai art director.

Sejak 2005, Yerry kerap berpindah dari satu agensi ke agensi lainnya. Ia sempat di FCB Indonesia, di DDB Advis Indonesia, di Leo Burnett Kreasindo Jakarta, di Young & Rubicam (Y&R) Jakarta, di Colman Handoko, di Bates Vietnam, Colman Ideas inc.,  dan Y&R Indonesia.

Kemudian di 2017, ia mendirikan Finch Agency dan menjadi Chief Creative Officer di agensi tersebut hingga akhir hayatnya.  

Di sepanjang kariernya, Yerry banyak menyabet penghargaan di nyaris semua ajang yang diikuti. Misalnya Citra Pariwara, Adfest, Spikes, D&AD, Clio, AWARD, Youngguns International dan Cannes Lions di 2010 dan juga penghargaan pertama bagi Indonesia sebagai iklan terefektif di APAC Effies pada 2016, dengan kampanye #AdaAQUA untuk DANONE AQUA.

Adapun klien yang sempat ia pegang di antaranya Danone AQUA, Telkomsel, Johnny Walker, Gudang Garam, Nutrilon Royal, Bebelac, Orang Tua Grup, Mayora, Unilever, Shopee, Sasa, dan sebagainya.

(LH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :