Dari Otomatisasi Hingga Gamifikasi, Iklan Seluler Hadir di Masa Depan yang Dinamis

Iklan seluler

oleh Shaan Raza*

Addiction.id Seiring meningkatnya persaingan brand-brand dalam mencari perhatian konsumen di pasar yang ramai, ruang pemasaran digital tengah menghadapi evolusi yang cepat.

Peningkatan penetrasi smartphone menekankan perlunya strategi periklanan yang beragam agar bisa menarik konsumen yang mobile. Selain itu, pandemi COVID-19 sendiri mempercepat peralihan ke periklanan digital—sekaligus membikin pengiklan memangkas anggaran iklan di TV dan media cetak.

Menurut laporan terbaru perusahaan investasi media Group M, belanja iklan diprediksi akan tumbuh sebesar 23,2% di 2021 dan belanja digital mengalami pertumbuhan tertinggi.

Periklanan digital disebut akan tumbuh secara eksponensial di masa mendatang. Kami telah melihat ekosistem ini membantu mendorong kampanye pengiklan. Ekosistem ini memberi jangkauan dan frekuensi yang diinginkan pengiklan, sekaligus bisa memastikan engagement pelanggan secara transparan.

Shaan Raza

Perihal ruang pemasaran digital, iklan selulerlah yang semakin digandrungi para pemasar atau pengiklan. Hal ini didukung oleh tingginya penetrasi smartphone dan tingginya konsumsi data 4G—yang kini menuju 5G. Oleh karenanya, tak ayal bila menjangkau seluler menjadi strategi periklanan digital. Pemasar melihat bahwa penggunaan internet di seluler paling digandrungi saat ini.

Belanja iklan seluler akan terus meningkat

Menariknya, untuk pertama kalinya sejak 2018, belanja iklan seluler secara global diperkirakan telah melampaui pembelanjaan iklan nonseluler. Ini terjadi karena pemasaran seluler terus menjadi pusat strategi pemasar digital.  

Perusahaan media dan periklanan Dentsu memprediksi bahwa di 2021, belanja iklan seluler global tumbuh hampir dua kali lipat dari total belanja iklan seluler antara 2019 dan 2020.

Aplikasi seluler, dari media sosial, e-commerce hingga game, menjadi sasaran banyak konsumen untuk menghabiskan waktu. Berangkat dari hal ini, pemasar merancang strategi kreatif dengan dukungan teknologi yang bisa meningkatkan kinerja iklan seluler mereka.

Perihal iklan dalam aplikasi, engagement pelanggan melalui gamifikasi, iklan yang relevan, dan peningkatan penggunaan otomatisasi menjadi tren utama yang mendorong periklanan seluler di masa mendatang.

Otomatisasi menjadi kunci

Otomatisasi pemasaran seluler membantu brand menyesuaikan dan mempersonalisasi kampanye iklan mereka. Pun memungkinkan mereka menjangkau audiens yang tepat. Oleh karena itu, otomatisasi pemasaran yang kuat menjadi kunci untuk pemasaran yang efektif.

Setelah kebutuhan pemasar dipersonalisasi menggunakan otomatisasi itu, pemasar masih bisa mengumpulkan informasi pengguna, mengidentifikasi audiens, hingga menindaklanjuti data ini dengan memberi email kepada konsumen, rekomendasi produk, dan pesan di aplikasi.

Menimbang brand ingin menghasilkan konten dan meningkatkan engagement di seluler, otomatisasi pemasaran seluler memungkinkan mereka untuk mengoptimalkan kampanye mereka, berkomunikasi secara real time, meningkatkan cuan mereka, dan memastikan interaksi dengan konsumen secara efektif.

Iklan bawaan seluler jadi pusat perhatian

Menayangkan iklan bawaan menjadi cara yang efektif dalam menjangkau audiens. Iklan ini kerap menjadi pilihan utama bagi para pemasar.

Iklan bawaan ini membantu kampanye dan komunikasi pemasar menyatu secara mulus dengan konten, seperti aplikasi. Sifat in-feed ini membuat kampanye tampak lebih tepercaya bagi konsumen. Selain itu, karena dekat dengan tampilan visual aplikasi, kampanye ini cenderung tak mengganggu mata konsumen. Oleh karena itu, iklan bawaan semacam ini bisa memperbesar prospek, pembelian, dan cuan yang lebih baik. Adapun masa depan periklanan seluler tengah bergeser ke arah tren iklan bawaan.

Iklan seluler ‘gamified’ jadi tren berikutnya

Game online tak pernah absen penggemar. Jadi, ketika iklan Anda mengadopsi gamifikasi, iklan pasti lebih banyak diperhatikan dan diklik, dibandingkan iklan biasa. Gamifikasi pada dasarnya adalah sebuah strategi menggabungkan iklan ke dalam fitur game. Misalnya, iklan alat sekolah bisa meminta audiens untuk berpartisipasi dalam kuis untuk menarik perhatian mereka, meningkatkan engagement dan menawarkan hadiah.

Adapun cara itu merupakan strategi tersembunyi guna meningkatkan kesadaran dan membentuk loyalitas konsumen terhadap brand Anda. Seiring dengan berkembangnya strategi pemasaran, gamifikasi iklan seluler dengan cepat menjadi tren.

Iklan dalam aplikasi untuk menggaet audiens

Kendati situs web seluler dan aplikasi seluler punya banyak kesamaan, ada perbedaan utama yang membuat iklan dalam aplikasi lebih menguntungkan bagi brand.

Pertama, pertumbuhan aplikasi seluler yang signifikan menunjukkan bahwa sebagian besar orang menghabiskan banyak waktu dengan menggunakan perangkat seluler. Adjust melaporkan adanya peningkatan pemasangan aplikasi sebesar 31% di kuartal pertama 2021 dari tahun ke tahun. Jadi, rata-rata waktu harian yang dihabiskan untuk aplikasi lebih banyak daripada waktu yang dihabiskan di situs web seluler.

Kedua, sejumlah fitur aplikasi seluler membuat iklan dalam aplikasi lebih efektif. Ekosistem dalam aplikasi tak bergantung pada cookie dan lebih baik dalam menghimpun informasi dan data pengguna. Hal ini memungkinkan pengiklan mempersonalisasi kampanye dan bisa lebih baik menargetkan audiens.  konsumen yang lebih baik. Kemampuan untuk melacak lokasi melalui aplikasi semakin menambah keakuratan strategi pemasaran. Akurasi pelacakan ini juga memungkinkan iklan terprogram menjadi lebih akurat dan efektif.

Ketiga, iklan dalam aplikasi selalu mencapai rasio klik-tayang yang lebih tinggi. Tak heran, permintaan iklan dalam aplikasi diperkirakan akan tumbuh secara signifikan. Menurut analisis pasar oleh Grand View Research, pasar periklanan dalam aplikasi global diproyeksikan tumbuh pada CAGR 19,4% antara 2019 dan 2025.

*penulis adalah wakil direktur pelaksana Optimise Media

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :