Tips Agar Strategi Marketing Efektif

Addiction.id-Jakarta Digital marketing tak bisa dilakukan sembarangan. Managing Director of Redcomm Indonesia Kuswantoro membeberkan bagaimana strateginya yang efektif.

Mula-mula, pengusaha harus tahu target atau tujuan usahanya. Tanpa merumuskan hal ini, pengusaha akan kesulitan menentukan strategi yang tepat. “Tujuannya macam-macam. Misalnya ingin website dikunjungi banyak orang, ingin membuat persepsi yang positif tentang produk kita, dan lain sebagainya.  Meski pada akhirnya ingin mendongkrak penjualan, journey-nya ini sangat panjang,” pungkas Kuswantoro, Kamis (17/6).

Ia mengatakan bahwa untuk mencapai setiap tujuan memerlukan banyak tahapan. “Kalau produk baru diluncurkan, sudah jelas kita perlu membuat orang mengenal produk kita. Di sinilah kita perlu rasa awareness. Sampai pada akhirnya fase loyal, di mana konsumen sudah tahu, kenal, dan terus-menerus membeli produk kita, bahkan mempromosikan kepada orang-orang lain di sekitarnya,” tuturnya.

“Jadi kita harus tahu kita ada di step mana. Strategi jelas beda antara produk yang baru dikeluarkan dengan produk yang sudah dikenal di pasaran,” tandas Kuswantoro.  

Langkah kedua yaitu tentukan audiens yang tepat. Ia mengatakan bahwa semakin spesifik target, semakin bagus.

“Nggak sebatas usia atau demografi, tapi lebih spesifik dari itu. Dengan begitu, marketing akan semakin relevan, semakin spesifik, dan semakin bagus. Sementara itu, kalau target audiensnya general, kita jadi kurang kuat di pasar,” ungkap Kuswantoro.

Selanjutnya, pilihlah platform digital yang cocok. Ini perlu disesuaikan berdasarkan karakteristik audiensnya atau berdasarkan konten yang dibuat.

“Di sini yang sangat saya sarankan adalah lebih baik pesan kita jelas di beberapa platform daripada kita punya banyak platform tapi terlihat jarang. Sesuaikan juga dengan anggaran,” sambung dia.

Lalu, Kuswantoro menyarankan untuk membuat konten dengan konsep yang menarik—seperti visual yang baik sehingga orang tertarik melihat, relevan dan kontekstual, serta mengandung prinsip call to action—arahan yang harus dilakukan konsumen setelah melihat konten.

“Terakhir, yang perlu kita lakukan adalah terus melakukan evaluasi dan ukur performanya. Kita bisa melihat benchmark dari orang lain, tapi itu hanya sebagai referensi aja. Kita bisa mengukur diri sendiri apa yang kurang baik, bisa kita perbaiki. Apa yang berhasil, kita pertahankan dan kita improve,” tutupnya.

(LH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :