Ubah Pedoman Iklan Jasa Keuangan, Ini Masukan Buat OJK

Addiction.id-Jakarta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali memperbarui Pedoman Iklan Jasa Keuangan. Tampaknya, lembaga tersebut serius melindungi masyarakat dari penipuan yang dilakukan oleh pihak tak bertanggung jawab.

Untuk diketahui, OJK telah memperbarui pedoman ini sebanyak tiga kali dalam setahun terakhir.

Pakar komunikasi dan motivator nasional Aqua Dwipayana mengapresiasi usaha OJK itu. “Hal itu menunjukkan keseriusan institusi tersebut untuk memberikan perlindungan kepada konsumen dan masyarakat yang berhubungan dengan semua industri jasa keuangan,” sambungnya melalui daring saat di acara Focus Group Discussion (FGD) OJK, Kamis (11/6).

Meski begitu, Aqua mempertanyakan apakah buku pedoman itu isinya mendetail dan lengkap membahas lembaga jasa keuangan sekaligus konsumen secara keseluruhan.

Selain itu, ia menyarankan sebaiknya pedoman itu juga dibuat ringkasannya, yang mencakup hal-hal penting yang harus diketahui semua pihak. Tujuannya agar pedoman mudah dipahami dan dijalani. Ia menambahkan, tanpa ringkasan, khawatir pihak-pihak terkait terutama konsumen dan masyarakat sulit memahami isinya.

“Di sinilah komunikasi memainkan peran dalam upaya pemasyarakatan pesan-pesan dalam memberi upaya perlindungan bagi konsumen. Penyampaian pesan baik dari sisi medium dan bahasa harus bisa dipahami oleh masyarakat dengan baik,” lanjut dia.

Lebih lanjut, ia menyinggung tentang semakin masifnya iklan-iklan jasa keuangan di ranah digital yang melanggar aturan.

OJK sendiri mencatat 3.224 iklan yang melanggar ketentuan lembaga jasa keuangan dari periode Januari 2019 sampai September 2020. Dilihat dari jenis pelanggarannya, 94% karena konten iklan tidak jelas. Lalu 5% dinilai memberi informasi yang menyesatkan, dan %dak akurat. Sementara pelanggaran terjadi paling banyak di sektor perbankan, diikuti industri keuangan nonbank (IKNB), dan paling sedikit dari sektor pasar modal.

“Hal ini harus menjadi perhatian kita semua. Bisnis dan industri media di zaman digital saat ini semakin berkembang cepat. Komunikasi yang semakin luas melalui digital dan media sosial, membuat perusahaan seperti periklanan maupun kehumasan makin diminati. Akan tetapi, potensi terjadi pelanggaran juga cukup besar. Hal ini harus selalu kita waspadai,” kata Aqua.

(LH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :