Selagi Produk Berhubungan dengan Idola, Fanbase Tak Peduli Iklan

Addiction.id-Jakarta Sejak diluncurkan di McDonald’s Indonesia pada 9 Juni 2021 lalu, BTS Meal mendapat respons yang luar biasa dari masyarakat—terutama dari fandom BTS, Army. Pesanan begitu membludak. Bahkan sejumlah cabang restoran cepat saji ini harus ditutup oleh Satgas COVID-19 karena menimbulkan kerumunan—yang merupakan  pelanggaran protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

Sebagaimana telah diketahui, BTS Meal merupakan menu kolaborasi McDonald’s dengan grup idol Korea Selatan, BTS. BTS sendiri memiliki banyak penggemar di seluruh dunia.

Melihat kehebohan itu, pakar perikanan asal Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo Monika Sri Yuliarti menilai hal itu wajar lantaran BTS memiliki fandom yang dikenal sebagai fanbase terbesar di Asia.

Perihal iklan BTS Meal, dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) UNS ini menilai iklan lebih berfokus pada digital advertising. Iklan tampil di YouTube dan Instagram dalam bentuk video dan printed advertisement. Namun, sebenarnya pesan iklan tak begitu spesial.

“Unggahan yang berbentuk foto, tak ada copy yang spesifik (narasi dalam unggahan). Bahkan, hal yang sama juga terjadi pada caption yang juga tak menggunakan kalimat-kalimat yang mengandung punchline (menghentak dan merebut perhatian warganet),” jelas Monika melalui keterangan tertulis, Jumat (11/6).

Di Instagram, iklan berbentuk video dengan durasi pendek di mana personel BTS membaca narasi pendek. “Dalam unggahan lain di YouTube, video campaign ini ditampilkan dalam versi lebih panjang, berdurasi sekitar 30 detik, di mana dalam video masing-masing member BTS menyebutkan item makanan dan minuman apa saja yang didapat dari paket BTS Meal,” ujarnya.

Adapun membludaknya penjualan BTS Meal ini dikaitkan dengan kesuksesan iklan. Namun, menurut Monika, kesuksesan iklan harus dilihat secara menyeluruh dari tujuan komunikasi dan pemasarannya. Jika kedua hal ini terpenuhi, maka iklan bisa dikatakan sukses. Adapun kolaborasi dengan BTS merupakan cara McDonald’s untuk meningkatkan angka penjualan yang menurun akibat pandemi COVID-19.

“Secara hitung-hitungan, biasanya memang campaign begini bisa mendongkrak keuntungan. Yang kali ini saya yakin akan bisa meningkatkan keuntungan juga, sehingga bisa dikatakan kemungkinan besar tujuan pemasarannya akan tercapai,” katanya.

Monika mengatakan, jika dilihat dari advertising appeal-nya, strategi yang digunakan dalam pengemasan iklan merupakan kombinasi antara informational dan emosional appeals. Disebut informational karena member BTS menjelaskan item dari makanan yang akan diterima konsumen. Sementara, disebut emotional karena BTS Meal ini berkaitan dengan BTS yang memberi efek psikologis pada konsumen seperti merasa punya “keterikatan”, terutama Army.

“Kalau bicara tentang fanbase, saya pikir tak ada strategi khusus, selain dari menggunakan selebritis yang memiliki basis fanbase sangat luas, itu saja sudah cukup. Dan bicara tentang fans, mereka tidak akan memikirkan produk apa yang akan mereka dapat, bagaimana tagline iklan dari paket yang akan mereka beli,” ucapnya. Hal yang penting, jika idola sudah muncul, maka mereka pasti akan langsung maju.

“Kalau ditanya wajar atau tidak, tentu untuk campaign-campaign lain yang melibatkan produk lain tanpa ada campur tangan influencer/selebritis tidak wajar sampai sejauh ini efek di kalangan masyarakat. Tapi kalau sudah berkaitan dengan fandom, hal-hal semacam ini sangat wajar,” jelasnya.

(LH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :