Bagaimana Brand Beriklan di Turnamen Sepak Bola UEFA 2020

Addiction.id Turnamen sepak bola Kejuaraan Eropa UEFA 2020 akhirnya tiba juga. Untuk diketahui, kejuaran ini mulai digelar pada 11 Juni 2021 di kota-kota besar Eropa—sebagaimana rencana awal.

Biasanya brand memanfaatkan momen dengan acara besar seperti itu untuk beriklan. Nah, di tengah pandemi COVID-19 ini, bagaimana mereka unjuk gigi di acara tersebut?

Sebelum dijelaskan lebih lanjut, perlu diketahui informasi terkait pemirsa iklan. Dikutip dari Adweek pada Senin (14/6), perusahaan software MediaOcean melakukan survei terhadap lebih dari 23.000 penggemar olahraga di 15 pasar. Kemudian didapati bahwa 19% pengguna internet global dan 40% pengguna internet di Eropa (Prancis, Jerman, Italia, Spanyol, dan Inggris) mengaku akan menonton kejuaraan EUFA.

Dari total jumlah itu, hampir tiga perempat (74%) penggemar Euro akan menonton siaran, termasuk siaran ulang, di TV setidaknya sekali seminggu. Sementara 68% berencana menontonnya secara online setidaknya sekali seminggu.

Untuk diketahui, di kejuaraan itu, akan hadir pesepak bola dan mantan pesepak bola Eropa, komedian dan sejumlah pendatang baru di turnamen, seperti Skotlandia. Penonton pun akan melihat penampilan dari sejumlah ikon sepak bola Prancis, seperti Eric Cantona.

Adapun selama siaran turnamen, akan terpampang dan tampil sponsor dan brand resmi, yang tak berafiliasi resmi namun berharap bisa menarik perhatian penggemar.

Sejumlah brand yang ditampilkan, termasuk Heineken, terpampang di sejumlah titik sembari berjaga-jaga dengan menyoroti penggemar rival tim sepak bola—yang mungkin mengganggu keberlangsungan acara. Cara ini sekaligus menjadi upaya untuk memberantas intimidasi dalam sepak bola, baik secara fisik maupun online.

Itulah cara brand unjuk gigi atau menampilkan eksistensinya di kejuaran ini. Mereka pun akan  membantu mendukung kelancaran acara selama pertandingan berlangsung.

Sebagaimana telah diketahui, banyak hal yang bisa dinikmati. Beberapa iklan brand yang ditampilkan di sini bahkan sudah ada sejak 2019—jauh sebelum dunia dilanda kekacauan pandemi COVID-19. Selera humor yang sama bisa dideteksi di seluruh karya, meski setiap karya dibuat oleh agensi yang berbeda untuk brand yang berbeda.

 (LH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :