Dapat Pinjaman Modal, Usaha Penjual Keripik Ini Kini Mendulang

Addiction.id-Jakarta Tak ingin menganggur setelah menikah, Wulaningsih memutuskan untuk berjualan keripik keladi dan kerupuk.

“Siapa tahu nanti ke depannya baik. Alhamdulillah, ternyata berjalan baik,” tutur Wulan melalui keterangan tertulis, Sabtu (22/5).

Keinginan untuk berbisnis itu sebetulnya sudah muncul sejak perempuan asal Manokwari, Papua itu masih muda, di mana pada saat itu ia terbiasa membantu kakaknya berjualan keripik di Nabire. Jadi bisa dibilang bisnis ini turun temurun di keluarganya.

Wulan membeberkan bahwa ia membuka usaha itu pada 2009. Mula-mula, lanjutnya, ia sempat kesulitan modal. Namun, saat itu ia merasa beruntung mendapat pinjaman modal usaha dari BRI sebesar Rp5 juta. Sehingga ia bisa mengembangkan usahanya sedikit demi sedikit.

“Saya waktu memulai usaha itu mendapat bantuan modal dari BRI, awalnya dapat pinjaman Rp5 juta terus saya pinjam lagi dan sekarang, Alhamdulillah, BRI sudah memberi kepercayaan kepada saya, BRI memberi pinjaman untuk modal hingga Rp200 juta,” tutur dia.

Adapun pinjaman itu digunakan untuk membeli bahan baku, peralatan usaha, hingga mengembangkan bisnis keripiknya.

Saat ini, keripik keladi milik Wulan sudah dijual hingga kota-kota besar di luar Papua seperti Makassar, Surabaya, hingga Solo. Setiap bungkus keripik ini dibanderol dengan harga Rp14 ribu.

“Harganya dari saya Rp 14ribu, kalau dari toko yang menjual kembali ada yang seharga Rp15 ribu ada juga reseller menjualnya Rp18 ribu. (Omzet bisnis ini) per bulannya sekitar Rp15 juta,” ujarnya.

Selama menjalankan bisnis, Wulan mengaku sempat menghadapi kendala dalam mencari bahan baku keladi jika mendapat pesanan cukup banyak. Adapun ia sendiri biasanya memproduksi hingga 80 pieces per hari atau sesuai pesanan.

“Kalau singkong kan banyak, sedangkan keladi itu susah—adanya diambil di gunung. Saya biasanya beli langsung dari petani keladinya, langsung saya beli dan dibawa ke rumah untuk diproduksi,” jelas dia.

Untuk diketahui, saat ini Wulan mempekerjakan 5 pegawai, yang merupakan warga sekitar tempat tinggalnya, yang masing-masing digaji Rp2,5 juta per bulan.

Wulan mengatakan kesuksesan mengembangkan mempertahankan usahanya, bahkan di tengah pandemi, berkat pelatihan dan pendampingan dari BRI. “Omzet saya jadi naik, bisa terbantu, saya di BRI bersyukur dan berterimakasih orang-orangnya baik kepada saya,” tambahnya.

Berkat ketekunan dan kegigihannya, Wulan pun sukes mengembangkan usahanya. Bahkan, kini ia mampu memiliki tiga petak tanah di kampungnya.

Lebih lanjut, ia berpesan kepada para pelaku UMKM untuk tak pantang menyerah dalam berusaha. Ia juga menambahkan bahwa erempuan juga bisa sukses menjalani usaha. “Pantang menyerah sebagai kunci suksesnya,” pungkasnya.

(LH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :