Facebook Sebut Data Pengguna Bantu Targetkan Iklan

Addiction.id-Jakarta Sejak 15 Mei lalu, WhatsApp memberlakukan kebijakan privasi barunya yang kontroversial. Sebelumnya, wacana penerapan kebijakan ini dihujani kritik lantaran memungkinkan induk WhatsApp, Facebook, mengumpulkan data dari WhatsApp. Adapun data ini akan digunakan untuk iklan yang dipersonalisasi kepada pengguna agar tepat sasaran.

Facebook sendiri baru-baru ini kembali buka suara. Perusahaan menegaskan bahwa personalisasi iklan dan privasi bukanlah hal yang saling bertentangan. Sebaliknya, justru membantu pengguna.

“Basis bisnis [Facebook] pada kepercayaan, kami tidak setuju terhadap pernyataan yang menyebut personalisasi iklan tak mementingkan privasi. Kami bekerja keras dan mengeluarkan banyak dana untuk memperhatikan privasi dalam model iklan,” pungkas Privacy and Policy Director Facebook Steve Satterfield saat konferensi pers, Kamis (20/5).

Ia pun menegaskan bahwa Facebook tak menjual apa pun data yang dikumpulkan. “Yang kami jual adalah iklan,” imbuhnya.

Perusahaan mengatakan pihaknya cukup memiliki modal untuk menjaga privasi pengguna, dengan fitur yang tersedia. Adapun fitur Preferensi Iklan disebut membantu pengguna untuk meninjau, menambahkan, dan menghapus preferensi dari Facebook—yang dibuat berdasarkan informasi pengguna seperti profil, pilihan yang diambil di Facebook, dan situs, serta aplikasi yang digunakan.

Ada pula fitur ‘Why am I Seeing This Ad?’ yang memungkinkan pengguna untuk mengklik iklan mana pun dan memahami mengapa mereka melihat iklan itu.

Selanjutnya, fitur ‘Why I See This Post?’ memudahkan pengguna untuk menggali informasi terkait unggahan yang dirasa kurang tepat dan mengendalikannya di kemudian hari. Hal-hal tersebut bisa menjelaskan keterkaitan akun dengan Friends, Pages, Group, atau Home News pengguna.

Selain itu, fitur lain yang mendukung privasi Facebook yaitu Privacy Review, yang memungkinkan tim di perusahaan untuk melakukan peninjauan. Hal ini yang kemudian menjadi dasar bagi perusahaan untuk menentukan kebijakan privasi ke depannya.

“Kami punya dewan khusus untuk privasi, dan saya belum tahu perusahaan lain yang memiliki divisi yang sama,” pungkasnya.

Steve Satterfield menekankan bahwa setiap wilayah yang mengakses layanan mendapat perhatian privasi yang sama. “Untuk negara yang tak terlalu memerhatikan privasi sekalipun, kami tetap menjalankan kebijakan privasi kami,” katanya. Lebih lanjut, ia membantah pandangan bahwa Facebook tak mementingkan privasi.

(LH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :