Dibina Pertamina, UMKM Ini Makin Berkembang Pesat

Addiction.id-Jakarta Melalui Program Kemitraan, PT Pertamina bertekad memperkuat sektor UMKM agar bisa adaptif dan naik kelas. Baru-baru ini, perseroan tersebut membina UMKM Gula Aren, Areniss.

Untuk diketahui, Areniss diusung oleh Jo Santosa melalui CV Sentosa Andalan Wurmb sejak 2010.  Usaha ini bergerak di bidang produksi gula aren atau kawung.

Jo Santosa mengatakan bahwa mulanya, ia hanya ingin memenuhi permintaan rekan bisnisnya di Surabaya. “Saat itu, dia membutuhkan stok gula kawung sebanyak 10 ton. Karena saat itu tata niaga kawung belum memadai, serta kualitas produk belum baik, memenuhi permintaan tersebut adalah tantangan yang cukup berat. Bersyukur akhirnya bisa saya penuhi juga,” tuturnya melalui keterangan tertulis, Selasa (18/5).

Pemilik Areniss Jo Santosa

Pemilik Areniss itu pun melanjutkan, pada awalnya, gula itu hanya dikemas menggunakan daun kawung. Namun, seiring bejalannya waktu, produknya bisa masuk supermarket dengan kemasan menarik dan harga terjangkau.

Lebih lanjut, Santosa mengaku telah terjadi sejumlah perkembangan pada bisnisnya sejak perusahaannya menjadi binaan Pertamina pada 2020 lalu.

Ia mengatakan kapasitas produksi gula arennya naik hingga 3 kali lipat dari 1 ton menjadi 3 ton per bulan. Selain itu, jumlah karyawannya kian bertambah menjadi 10 orang dari 5 orang.

Ia pun menambahkan, saat ini dirinya membina 10 kelompok yang mewadahi puluhan petani aren.

“Areniss ingin menjadi perusahaan pertama di Jawa Barat dan Indonesia yang mampu berkolaborasi sinergis dengan petani. Sehingga mereka bisa menggali potensi manfaat pohon Kawung, mulai dari hulu hingga hilir. Sehingga, memiliki dampak ekonomi dan ekologis yang positif berdasarkan kearifan lokal dan budaya setempat,” jelas dia.

Perihal pemasaran, Santosa telah memperluas jaringan marketingnya hingga ke seluruh Indonesia. Dia mengatakan bahwa saat ini, produk Areniss bisa ditemui di nyaris seluruh media sosial dan platform marketplace. Hal ini, lanjutnya, turut meningkatkan omzetnya menjadi Rp 70 juta/bulan, di mana sebelumnya sekitar Rp 50 juta.

Sementara itu, Pjs. Senior Vice President Corporate Communications & Investor Relations Pertamina, Fajriyah Usman mengatakan pihaknya akan terus mendukung usaha seperti yang dijalani Santosa. Adapun melalui lewat Program Kemitraan, pihaknya ingin menggerakkan roda ekonomi dan menghasilkan pertumbuhan berkelanjutan (SDGs).

Ia menambahkan hal akan dicapai Pertamina melalui implementasi program-program berbasis ESG (Environmental, Social, and Governance) di seluruh wilayah operasionalnya guna mewujudkan manfaat ekonomi di masyarakat.

(LH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :