Cara Tokopedia Adaptasi dan Penuhi Kebutuhan Konsumen Saat Pandemi

Addiction.id-Jakarta Pandemi COVID-19 dinilai sebagai salah satu tantangan terbesar bagi masyarakat. Di masa ini, mau tak mau mereka harus beradaptasi dengan memanfaatkan teknologi digital. Hal ini pun diakui oleh VP Engineering Tokopedia Manoj Awasthi.

“Gangguan global semacam ini tidak terbayangkan dan tak ada satu orang pun yang memprediksinya,” tambahnya, Sabtu (15/5).

Meskipun begitu, Manoj menuturkan bahwa pandemi bukanlah tantangan yang terlalu besar bagi Tokopedia. “Karena Tokopedia adalah perusahaan teknologi dan kami mengambil pendekatan yang mengutamakan teknologi, jadi kami tidak menghadapi tantangan besar dalam perubahan,” sambungnya.

Ia menambahkan pihaknya melakukan sejumlah perubahan, seperti lebih sering melakukan pertemuan dan penandatanganan kontrak online. Pun lebih banyak sesi online dengan customer dan merchant.

“Di saat yang sama, kami mempersiapkan dengan sangat baik untuk situasi ini. Kami juga perusahaan pertama yang melakukan work from home demi kesejahteraan dan keselamatan para pekerja. Kami memastikan bahwa infrastruktur teknologi kami baik untuk memungkinkan semua orang bekerja dari jarak jauh,” imbuhnya.

Di samping itu, Manoj menyebut Tokopedia juga melakukan beberapa inovasi untuk memenuhi kebutuhan para customer dan merchant selama pandemi. Misalnya dengan membantu mendistribusi produk kebutuhan sehari-hari. Pun membantu proses registrasi para merchant yang ingin menjual produk di platform tersebut.

“Kami menerapkan kapabilitas yang bisa dimanfaatkan untuk membantu distribusi produk selama dilakukan pembatasan (lockdown), khususnya produk kebutuhan sehari-hari. Kami juga mengamati para pedagang yang ingin menjual produk secara online dengan memudahkan penjual untuk mendaftar ke Tokopedia,” ungkapnya.

Manoj juga menjelaskan Tokopedia juga menyiapkan key analytic bagi para merchant agar mereka bisa lebih memahami customer, rincian penjualan, kampanye Tokopedia, hingga peluang dalam penjualan. Adapun seluruh key analytic ini disediakan berdasarkan data.

Sementara itu, dari segi pembeli, Tokopedia terus melakukan peningkatan terhadap platform sehingga para pembeli bisa merasa nyaman dalam berbelanja.

“Untuk pembeli, kami terus memberikan pengalaman browsing yang lebih baik kepada mereka dengan meluncurkan beberapa kategori. Selain itu, kami terus berinvestasi pada peningkatan platform,” katanya.

Sementara itu, Distinguished Engineer Tokopedia Andrew Jaya Efendi menyatakan pihaknya sudah bersiap dengan baik sejak awal pandemi. Meski beraktivitas secara WFH, para Nakama (karyawan Tokopedia) tetap bisa bekerja secara produktif.

“Pada awal wabah COVID-19 kami telah melakukan persiapan yang sangat baik untuk memastikan bahwa WFH akan efektif. Kami memasang VPN ke semua workstation termasuk bagian marketing, business development, hingga customer service sehingga kami dapat terkoneksi satu sama lain,” katanya.

Andrew pun menambahkan bahwa Tokopedia telah banyak berinvestasi guna peningkatan platform. Salah satunya dengan melakukan uji coba fitur di lingkup internal sebelum dipublikasikan kepada customer. “Sehingga Nakama  menjadi yang pertama mencoba versi terbaru dari Tokopedia,” imbuhnya.

(LH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :