Pelarangan Iklan Rokok Dinilai Tak Adil

Addiction.id-Jakarta Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) menolak wacana pelarangan total iklan dan promosi rokok.

Menurut Sekretaris Jenderal P3I Hery Margono, wacana tersebut tak adil lantaran produk-produk itu termasuk barang legal yang telah diakui oleh hukum Indonesia. Kelegalan ini, lanjutnya, punya konsekuensi berjalannya investasi seperti melalui iklan dan promosi.

“Kalau boleh investasi, tetapi tidak boleh iklan fair tidak? Sebagai produk legal, rokok boleh diiklankan dan dipromosikan. Kalau dilarang total tidak adil,” jelas Hery pada Kamis (6/5) lalu.

Ia menjelaskan bahwa selama ini iklan rokok sudah dibatasi. Misalnya, di TV hanya boleh menayangkan iklan rokok di jam 21.30 hingga 05.00, tak boleh memperlihatkan orang yang sedang merokok, dan menunjukkan bahaya rokok. Seluruh aturan ini sudah diikuti para pelaku industri periklanan.

“Sebagai produk legal, pemerintah sudah tepat dengan melakukan pembatasan penayangan iklan rokok. Demikian pula dengan iklan di media lain seperti internet dan media sosial. Sejauh ini belum ada ajakan diskusi lebih lanjut dari pemerintah terkait aturan iklan rokok,” sambung dia.

Senada dengan Hery, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Agung Suprio juga mengatakan bahwa selama ini iklan rokok di TV dan media konvensional lain sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku. Namun, sejumlah hal yang mesti diperhatikan ialah pengaturan iklan rokok di media berbasis internet.

“Iklan semakin luas dengan perkembangan digitalisasi. Masyarakat pun dengan mudah mengakses iklan melalui platform media sosial yang lebih murah dengan jaringan lebih luas,” tandasnya.

Diketahui, pemerintah mewacanakan revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan. Wacana ini muncul karena PP tersebut dinilai gagal melindungi anak dari kecanduan rokok dan menurunkan angka perokok anak. Sebab tak ada sanksi tegas pada PP itu.

Pemerintah menilai kegagalan itu terjadi karena iklan dan promosi rokok merajalela. Sehingga pemerintah akan melarang segala bentuk iklan rokok.

(LH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :