Marak Digitalisasi, Emiten Media Kembangkan Bisnis Digital

Addiction.id-Jakarta Pemanfaatan teknologi digital semakin marak di masa pandemi COVID-19 ini. Berangkat dari hal ini, emiten media berupaya untuk mengembangkan bisnis konten dan digital. Salah satunya PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN).

Dikutip dari Kontan, berdasarkan riset Analis Sucor Sekuritas yang dilaporkan pada Jumat (23/4), MNCN menargetkan kontribusi dari segmen digital dan konten menyumbang 50% dari total pendapatan di 2024 mendatang.

Untuk mencapai target itu, MNCN mengembangkan platform RCTI+ dengan menyediakan beragam layanan, seperti program acara televisi free-to-air (FTA), digital news, hingga podcast. Beriringan dengan ini, jumlah pengguna diharapkan meningkat.

Perihal jumlah pengguna, pihak MNCN mencatat bahwa RCTI+ saat ini telah mencatat 27,3 juta monthly active user (MAU). Selain itu, performa portal-portal berita MNCN pun menunjukkan hasil yang baik, dengan total MAU lebih dari 70 juta.

Emiten itu pun punya subscribers dan followers terbesar di media sosial, dengan 217 juta pengguna yang tersebar di Youtube, Facebook, dan juga Tiktok.

PT Mahaka Radio Integra Tbk (MARI) juga tengah mengembangkan bisnis digitalnya, Noice. MARI menargetkan ada 1,8 juta pengguna Noice. Angka ini meningkat empat kali lipat jika dibandingkan pada periode 2020 yang hanya menggaet 450.000 pengguna.

Emiten lainnya, yaitu PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), terus menggalakkan layanan video-on-demand melalui Vidio, misalnya dengan menghadirkan konten premium.

Spending Untuk Iklan Diprediksi Naik

Chief Executive Officer (CEO) Sucor Sekuritas Bernadus Wijaya pada Selasa (27/4) mengatakan, seiring dengan meningkatnya spending, brand akan berlomba-lomba berbelanja iklan untuk mendorong penjualan produk mereka di saat ekonomi mulai bangkit.

Namun, bagi emiten media, pilihan iklan yang semakin banyak di era digital ini menjadi tantangan.

Terlepas dari itu, Bernard memprediksi brand besar akan melakukan spending iklan besar secara konvensional di TV melalui emiten media. Di samping itu, sejumlah emiten media telah banyak bertransformasi dengan mengembangkan portal berita seperti MNCN.

Bernard memprediksi emiten media berpotensi memperoleh pendapatan double digit di 2021 ini. Hal ini menimbang adanya peningkatan belanja iklan dari brand, setelah di 2020 banyak mengurangi belanja iklan.

“Peningkatan tersebut juga didorong oleh diversifikasi revenue stream melalui iklan di platform online seperti adsense di Youtube maupun biaya iklan di portal berita dan pembuatan aplikasi yang bisa dipasang iklan,” lanjutnya.

(LH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :