Penyebab UMKM Sulit Untuk Go Digital

Addiction.id-Jakarta Menurut data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian), pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) saat ini berkontribusi hingga 61,7% terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Melihat potensi itu, tentu sayang sekali bila UMKM mandek karena tak bisa beradaptasi dengan situasi terkini. Menimbang saat ini digitalisasi telah merambah ke segala sektor—lebih-lebih di masa pandemi COVID-19 ini, sudah seharusnya UMKM mampu mengadopsi segala teknologi digital, misalnya dalam hal mempromosikan produk bisnis.

Pemerintah sendiri bahkan menargetkan 30 juta UMKM bisa go digital pada 2023 mendatang. Sementara, saat ini sudah ada 12 juta UMKM yang merambah ke dunia digital. Kendati begitu, pada praktiknya masih banyak tantangan.

Berangkat dari fakta tersebut, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bidang Ekonomi Kreatif Erik Hidayat menilai bahwa salah satu yang menjadi masalah utama ialah sulitnya mengadopsi teknologi.

“Banyak juga UMKM yang sudah kerja sama dengan kita atau kita latih pun nggak cepat untuk mengadopsi bagaimana teknologi berkembang,” sambung Erik di acara peluncuran program Xendit Level Up pada Jumat (23/4).

Sebelumnya, kata dia, pihaknya pernah menggelar pelatihan bersama platform keluarga Facebook, yang melibatkan 1.000 UMKM guna membantu go digital.

Erik pun melanjutkan bahwa tak sampai 10% dari 170 juta orang pengguna ponsel saat ini memahami cara mengelola bisnis online lewat perangkatnya.

Sementara itu, Inbound Sales Lead Xendit Patricia Muljadi berpendapat bahwa salah satu alasan UMKM enggan beralih ke digital ialah adanya trust issue atau isu kepercayaan soal pembayaran.

Ia melanjutkan, Xendit punya sistem untuk memastikan bahwa UMKM atau bisnis yang menggunakan layanannya bisa melindungi konsumen. Sistem pun akan memastikan bahwa uang yang dibayar oleh konsumen langsung diterima oleh pebisnis sebelum pesanan dikirim.

“Kita punya sistem infrastruktur di back-end yang di mana ketika ada customer yang membayar entah itu lewat bank transfer, VA, ataupun OVO itu pasti ada notifikasi,” jelas dia.

“Kalau notifikasi itu berhasil, pembayaran itu sudah kelihatan uangnya masuk, it means cukup aman bagi Anda untuk mengepak barangnya untuk dikirim dan itu otomatis,” sambungnya.

Lebih lanjut, Erik berharap bahwa peluncuran program Xendit Level Up itu bisa menggaet lebih banyak UMKM ke ranah digital.

(LH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :