Mengenal Sampahisasi, Akun yang Mengendorse Lewat Komik

Addiction.id-Jakarta Beberapa tahun belakangan ini, semakin banyak perusahaan yang memanfaatkan teknologi digital untuk promosi. Adapun masing-masing perusahaan tersebut punya cara yang berbeda-beda untuk promosi.

Ada yang membikin iklan kemudian menyebarkannya di internet. Ada yang mendapuk pelaku kreatif atau seleb media sosial untuk mengendorse produk perusahaan, dan sebagainya.

Dari sekian cara itu, ada salah satu yang unik yaitu promosi dan kampanye lewat komik pendek, seperti yang dilakukan akun @sampahisasi di Instagram.

Untuk diketahui, akun tersebut telah hadir sejak 2014 dan konsisten menghadirkan komik-komik dengan humor ‘receh’ dan ‘aneh’, menurut beberapa orang. Meski mendapat komentar demikian, hingga kini akun tersebut punya basis pengikut yang selalu setia menanti unggahan dari si kreator komik, Dhimas Bagus.  

Mulai 2017, akun ini sering kali didapuk oleh perusahaan untuk mengendorse beberapa produk, seperti baju, makanan, promo pulsa, tempat makan dan sebagainya. Bahkan, lembaga nonpemerintah dan lembaga pemerintah pun pernah diendorse, yaitu Greenpeace dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Adapun endorsemen itu dilakukan tanpa menghilangkan kekhasan @sampahisasi, di mana promosi diawali dengan penuturan komik yang kocak dan kadang sulit ditebak. Misalnya saat promosi pakaian sangkil.co dan teknologi eye care BenQ.

Selain lewat komik, akun tersebut juga kerap kali mengendorse lewat video, lo.

Terbaru, @sampahisasi mengendorse game Clash of Clans pada Jumat (23/4). “Minta kok yang ga realistis. Kalo minta naga ato updatean TH14 kasih dehhh. Gass download Clash of Clans, lagi banyak diskon, aktivitas dan event cuy,” tulis keterangan unggahan.

Sekadar informasi, hingga tulisan ini terbit, akun @sampahisasi sudah diikuti oleh 464 ribu pengguna dan mengunggah 891 unggahan.

Sebagai tambahan, sebelumnya, data Nielsen pada 2020 membuktikan bahwa platform digital, seperti di media sosial, menjadi ruang yang paling digandrungi kedua setelah televisi untuk beriklan. Bahkan, Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) memprediksi pertumbuhan belanja iklan di 2021 akan didominasi oleh ruang digital, dengan peningkatan diprediksi mencapai 30% pada tahun ini.

Nah, ke depannya, tak heran bila pembaca akan lebih sering melihat iklan yang berseliweran di internet, entah dalam bentuk endorsemen, iklan video di media sosial atau sebagainya.

(LH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :