Masyarakat Banyak Belanja, Pertumbuhan Iklan Diprediksi Naik

Addiction.id-Jakarta Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyebutkan bahwa perbaikan nilai belanja iklan yang dialami industri periklanan saat ini diiringi dengan membaiknya tingkat konsumsi masyarakat.

Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani memprediksi masyarakat kelas menengah ke ataslah yang akan melakukan lebih banyak pengeluaran di tahun ini. Ini akan meningkatkan tren periklanan di tahun ini dan memberi cuan kepada pelaku industri periklanan.

“Segmen menengah ke atas mungkin sekarang lagi banyak belanja. Sementara, segmen menengah ke bawah tertekan. Seperti halnya beberapa waktu belakangan pembelian mobil ramai,” kata dia, Kamis (22/4).

Adapun perihal peningkatan pembelian mobil, lanjutnya, terpicu setelah insentif Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) diberlakukan oleh pemerintah.

“Mungkin situasinya akan lebih baik tahun ini. Karena kelas menengah sudah mulai lumayan belanja. Otomatis kalau kelas menengah belanja, impact-nya pasti ke industrinya,” sambung Hariyadi.

Sebelumnya, Nielsen mencatat nilai belanja iklan hingga akhir 2020 justru naik hingga Rp229 triliun di semua media tipe media yang dimonitor, yakni TV, Cetak, Radio dan Digital. Angka tersebut naik Rp117 triliun dari tahun sebelumnya. Padahal, sebagaimana telah diketahui, tahun ini merupakan tahun di mana banyak industri kalap karena pandemi COVID-19.

Sementara itu, Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) bahkan memprediksi belanja iklan akan naik hingga 10-15% di 2021, meski pandemi COVID-19 masih eksis. Adapun pertumbuhan yang paling dominan akan dialami oleh platform digital, dengan peningkatan diprediksi mencapai 30% pada tahun ini.

(LH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :