Startegi E-Commerce Rebut Pasar, Tokopedia Paling Tokcer

Addiction.id-Jakarta Saat ini, belanja online lebih diminati daripada offline. Hal ini merupakan konsekuensi logis dari adanya pandemi COVID-19, yang membatasi mobilitas masyarakat.

Di ranah ekonomi, perubahan ini berpotensi meningkatkan pertumbuhan e-commerce, termasuk di Indonesia. Hal ini akan dibarengi dengan persaingan antarperusahaan e-commerce, yang saling adu inovasi dan strategi untuk menggaet konsumen.

Hasil riset DSinnovate baru-baru ini, yang bertajuk The Power E-Commerce Spectrums, mencatat berbagai strategi para e-commerce untuk memaksimalkan dan merebut pasar.

Sebagai contoh, Shopee dan Lazada. Keduanya menghadirkan fitur games dan live streaming di platform masing-masing. Selain itu, mereka juga mengadakan promo pada ‘tanggal cantik’ seperti 9.9, 10.10, mengikuti bentuk promosi 11.11 yang diperkenalkan oleh Alibaba. Strategi ini dinilai bisa meningkatkan engagement pengguna, sekaligus mendorong pembelian produk.

Ada pula Tokopedia, yang bisa dibilang saat ini pertumbuhannya sedang menjulang. Dilansir dari data SimilarWeb, perusahaan yang identik dengan warna hijau ini merupakan marketplace di Indonesia yang paling banyak dikunjungi selama kuartal I 2021.

Bukan cuma itu, Tokopedia juga masuk ke dalam daftar perusahaan teknologi dengan pertumbuhan tercepat ke-94 dari 500, di Asia Pasifik versi Deloitte Technology Fast 500™ 2020.

Di balik pencapaiannya itu, sama halnya dengan e-commerce lain, Tokopedia juga telah melancarkan beragam strategi. Salah satunya dengan membikin program Waktu Indonesia Belanja (WIB). Program ini menawarkan promosi khusus kepada pengguna setiap akhir bulan.

Di program tersebut, penjual bisa menampilkan produk dan memungkinkan konsumen mendapat penawaran khusus melalui omni channel strategy—yaitu strategi yang menawarkan hiburan dan pengalaman berbelanja dengan mengintegrasikan acara TV langsung dan promosi dalam satu aplikasi.

Selain itu, Tokopedia juga berkolaborasi dengan berbagai vendor offline selama pandemi. Misalnya bermitra dengan penjual yang biasa hadir di acara seperti Big Bad Wolf, Jakcloth, dan Jakarta Sneakers Day.

Tokopedia juga fokus pada onboarding brand yang mulanya hanya memiliki channel penjualan offline untuk membuka tokonya di Tokopedia, seperti BMW dan Tesla.

Dengan strategi seperti itu, tak ayal bila Tokopedia mendapat sejumlah pencapaian yang telah disebutkan sebelumnya. Lebih lanjut, adalah hal yang lazim bagi para e-commerce untuk menjalankan strateginya guna menggaet semakin banyak pengguna ke platform mereka.

Sekadar informasi, masih berdasarkan data SimilarWeb, di periode Januari-Maret 2021, Tokopedia punya pengunjung bulanan mencapai 126,4 juta dan unique visitors 38,93 juta.

Kemudian disusul Shopee dengan pengunjung bulanan 117 juta dan unique visitors 35,75 juta. Lalu Bukalapak dengan pengunjung bulanan 31,27 juta dan unique visitors 12,83 juta.

Selanjutnya, ada Lazada dengan jumlah pengunjung bulanan 28,20 juta dan unique visitors 11,22 juta. Lalu posisi kelima ada Blibli dengan jumlah pengunjung bulanan 18,52 juta dan unique visitors 9,64 juta.

(LH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :