Tokopedia Masuk Daftar Perusahaan dengan Pertumbuhan Tercepat se-Asia Pasifik

Addiction.id-Jakarta. Untuk kali pertamanya, perusahaan Indonesia masuk ke dalam daftar Deloitte Technology Fast 500™ Asia Pacific. Perusahaan itu adalah Tokopedia.

Perusahaan e-commerce ini menjadi perusahaan teknologi dengan pertumbuhan tercepat ke-94 dari 500, di Asia Pasifik. Bahkan, perusahaan ini menjadi satu-satunya perusahaan Indonesia yang masuk dalam daftar tahun ini.

“Mendapat peringkat di Deloitte Technology Fast 500™ merupakan pencapaian yang sangat hebat, terutama karena perusahaan teknologi saat ini berkembang pesat dalam lingkungan yang sangat kompetitif dan terus berubah. Kami sangat mengapresiasi Tokopedia karena menjadi perusahaan Indonesia dengan peringkat teratas di daftar ini,” tutur Mike Horne, Asia Pacific Deloitte Private Leader.

Untuk diketahui, peringkat tersebut berdasarkan persentase pertumbuhan pendapatan selama tiga tahun. Tokopedia sendiri tumbuh 608% di periode ini. Adapun perusahaan yang masuk dalam daftar Deloitte Technology Fast 500™ Asia Pacific 2020 punya tingkat pertumbuhan rata-rata 551%.

“Merupakan suatu kehormatan untuk masuk sebagai perusahaan teknologi Indonesia pertama di Deloitte Technology Fast 500™ Asia Pasifik 2020,” kata COO Tokopedia Melissa Siska Juminto, melalui keterangan tertulis, Rabu (14/4).

Melissa menjelaskan bahwa implementasi 3 DNA Tokopedia, yakni Focus on Consumer, Growth Mindset, Make it Happen & Make it Better, berkontribusi pada pertumbuhan pendapatan Tokopedia.

“Kami akan terus menjadi perusahaan teknologi yang memungkinkan masyarakat Indonesia untuk memulai dan menemukan apa pun. sejalan dengan misi perusahaan kami untuk mengakselerasi pemerataan ekonomi secara digital di Indonesia,” sambung Melissa.

Sekadar informasi, belum lama ini, Tokopedia pun melaporkan pertumbuhan jumlah penjual di platformnya, dari 7,2 juta sebelum pandemi pada Januari 2020 menjadi lebih dari 10 juta penjual saat ini.

Jumlah pengguna aktif bulanan pun meningkat, dari lebih dari 90 juta sebelum pandemi pada Januari 2020 menjadi lebih dari 100 juta saat ini.

(LH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :