Google Perbaharui Kebijakan Iklan Youtube

Addiction.id-Jakarta. Google telah memblokir sejumlah kebijakan terkait ujaran kebencian, agar tak digunakan sebagai kata kunci iklan di video pada platform Youtube.

Kebijakan tersebut muncul setelah beredarnya laporan dari The Markup, yang menyebutkan bahwa pengiklan bisa mencari sejumlah kata kunci seperti “white lives matter” dan “white power”, ketika menentukan slot iklan di Youtube, dilansir dari The Verge, Sabtu (10/4).

“Google menawarkan para pengiklan ratusan juta pilihan untuk video dan kanal Youtube yang terkait dengan supremasi warga kulit putih dan ujaran kebencian lain ketika kami memulai investigasi ini. Termasuk ‘all lives matter’, yang sering digunakan sebagai bentuk pengabaian terhadap ‘black lives matter’ dan ‘white lives matter’—yang dideskripsikan sebagai kelompok neo-Nazi dan respons rasis terhadap gerakan masyarakat black lives matter,” tulis laporan The Markup.

Menanggapi hal itu, Google menyebut bahwa pihaknya sebenarnya sudah memblokir lebih banyak kata kunci terkait rasisme dan keadilan sosial, termasuk ‘black excellence’ dan ‘hak masyarakat.’

“Kami menyadari betul bahwa ujaran yang diidentifikasi sebagai penghinaan dan berbahaya, seharusnya tak bisa dicari. Tim kami telah menanggapi isu tersebut dan memblokir berbagai kata kunci yang melanggar kebijakan kami. Kami akan tetap waspada untuk hal ini,” terang juru bicara Google.

Google pun menambahkan bahwa pihaknya telah membuat perlindungan berlapis-lapis di YouTube, guna mencegah tampilnya iklan yang menyinggung atau berbahaya.

Perusahaan telah memblokir atau menurunkan lebih dari 867 juta iklan yang mencoba menghindari sistem deteksi ini. Saat ini tercatat lebih dari 3 miliar iklan yang melanggar kebijakan telah dihapus.

Selain itu, perusahaan pun rutin memblokir atau menurunkan video dari platfrom tersebut.

CEO Youtube Susan Wojcicki menjelaskan, melalui blognya, bahwa perusahaannya secara spesifik melarang video yang menyebut suatu kelompok lebih superior berdasarkan kualitas seperti ras, jenis kelamin, agama, atau orientasi seksual apapun yang membenarkan diskriminasi, pengelompokkan, dan eksklusivitas.

Untuk diketahui, sudah beberapa tahun berlalu ini, Youtube memerangi kehadiran ujaran kebencian di platformnya. Pada 2019 lalu, pihaknya memblokir konten supremasi kulit putih dan menyebutkan akan membatasi berbagai kanal sejenis dari upaya monetisasi video yang melanggar kebijakan ujaran kebenciannya, serta mencegah mereka membuat iklan.

(LH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :