Sudah Legal, Snack Video Kucurkan Ratusan Miliar untuk Konten Kreator di Indonesia

Addiction.id-Jakarta. Akhirnya kelegalan Snack Video diakui pemerintah Indonesia, setelah resmi terdaftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE). Tak lama berselang, aplikasi video pendek ini menawarkan miliaran rupiah kepada para kreator Indonesia.

Diketahui, pada awal Maret 2021, Snack Video diblokir Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) lantaran belum terdaftar sebagai PSE di Indonesia.

Blokir tersebut kemudian dibuka oleh Kominfo pada 23 Maret 2021, sebagaimana permintaan dari Satgas Waspada Investasi (SWI).

“Sudah dilakukan normalisasi (dibuka kembali) sejak 23 Maret 2021, atas permintaan dari Satgas Waspada Investasi,” jelas Juru Bicara Kominfo Dedy Permadi, Kamis (8/4).

Dengan demikian, status Snack Video jadi legal dan perusahaan diizinkan berbisnis di Indonesia.

Snack Video mengaku bahwa sejak pandemi COVID-19, pihaknya memang berkomitmen untuk mendukung para konten kreator di Indonesia. Untuk itu, mereka membuat beberapa program dan melengkapi aplikasi dengan teknologi canggih dan modern, guna memudahkan seluruh pengguna.

Adapun komitmen tersebut mereka wujudkan dengan membuat program Snack Video Creator Academy, yang diperuntukan para konten kreator Indonesia. Program ini hadir untuk mendukung mereka dalam menggali dan menampilkan potensi diri melalui video dengan lebih optimal.

Demi program tersebut, perusahaan menggelontor dana investasi sebesar Rp500 miliar selama dua tahun.

Operation Manager Snack Video Jason Sutanto menuturkan bahwa Snack Video Creator Academy merupakan wadah bagi para kreator untuk berkreasi sesuai bakat dan keinginan mereka.

“Melalui program ini, para kreator berpeluang untuk mendapat penghasilan melalui konten – konten yang menginspirasi, kreatif dan informatif, serta melalui relasi mereka dengan para pengikutnya,” jelasnya, menurut keterangan tertulis.

(LH)