Perluas Monetisasi, YouTube Longgarkan Aturan Iklan

Addiction.id-Jakarta. Mulai April ini, Google memperbarui sejumlah aturan iklan di YouTube tentang video terkait narkoba. Pembaruan ini memungkinkan video jenis ini—tentunya yang memenuhi syarat, untuk berdampingan atau disisipi iklan.

“Memperluas monetisasi pada konten pendidikan, dokumenter, atau berita—termasuk tentang interaksi kejahatan penegak hukum, narkoba, dan obat-obatan, atau hal sensitif lain,” demikian keterangan yang didapat Gizmodo dari Google, Minggu (4/4).

Dilansir dari The Verge, pengguna bisa melihat perubahan itu dengan membandingkan pedoman yang lama dengan yang baru. Pedoman ini membagi konten terkait narkoba menjadi tiga kategori: video yang bisa menampilkan iklan, yang tak bisa menampilkan iklan, dan yang hanya menampilkan iklan brand tertentu.

Perubahan terbesar itu terletak pada bagian pertama, tentang video yang menampilkan iklan. Adapun video ini mencakup tentang “pembelian, pembuatan, atau distribusi narkoba, seperti pembuatan opioid” dan “laporan berita tentang perkebunan ganja”, yang tak mengagungkan penggunaan narkoba.

Diketahui, sebelumnya, pengiklan harus selektif untuk mengiklan di konten semacam itu, yang berimbas pada jumlah pendapatan iklan mereka.

Di sisi lain, ada pula beberapa poin yang dihilangkan dari platform YouTube, di mana iklan harus benar-benar dinonaktifkan. Video yang dimaksud ialah video yang hanya berfokus pada konsumsi obat, namun tanpa konteks pendidikan atau dokumenter. Pun video yang mempromosikan narkoba legal yang diatur atau zat yang bisa menyebabkan ‘teler’, seperti ganja dan turunannya.

Meskipun deskripsi yang tepat belum ditambahkan ke dalam sejumlah poin di pedoman, YouTube telah sedikit mengubah susunan kata pada poin yang menjelaskan tentang konten pengiklan, di antaranya mencakup konten yang berfokus pada tampilan atau efek konsumsi obat, pembuatan atau distribusi obat atau alat pemberi obat, nonpendidikan, atau nondokumenter. Perihal kelegalan pun masih kurang jelas.

The Verge mengatakan bahwa kebijakan itu tentu akan memudahkan pembuat konten YouTube untuk mendekati topik tentang narkoba dalam videonya, tanpa khawatir soal pendapatan iklan. Mereka menunjukkan penerimaan yang lebih luas terhadap obat-obatan di Amerika Serikat, mencakup New York, yang baru-baru ini menjadi negara bagian keenam belas yang melegalkan penggunaan ganja untuk hiburan.

(LH)