Kiat Sukses Kembangkan Usaha dari HijUp

Addiction.id-Jakarta. Pendiri HijUp Diajeng Lestari mengatakan bahwa keunikan desain-desain fesyen karya anak bangsa menunjukkan kesiapan Indonesia untuk bersaing di pasar global.

HijUp sendiri merupakan platform yang menghadirkan produk fesyen muslim dari ratusan merek lokal, mulai dari hijab, jilbab, hingga aksesoris—yang tersedia untuk setiap momen berbeda, seperti olahraga atau kerja. Adapun situs ini berdiri pada 2011.

“Karena keunikan desain-desain (dari) Indonesia, dia tahu selera (konsumen) Indonesia itu kayak gimana, dari sisi warna, pattern. Jadi kebanyakan (desainer Indonesia) punya loyalis-loyalisnya,” ujar Diajeng, dikutip dari CNNIndonesia, Kamis (1/4).

Sementara itu, perihal usahanya, Diajeng mengaku telah lama ingin memberi dampak bagi orang sekitar. Hal itu ia lakukan dengan memperkenalkan HijUp secara luas, tak hanya di Indonesia. Saat ini, kehadiran HijUp mendapat respons positif dari Brunei Darussalam, Kanada, dan Inggris.

“Ingin agar gimana caranya HijUp itu bisa diterima bukan cuma di Indonesia, tapi juga bisa jadi inspirasi di luar. Bisa jadi kebanggaan Indonesia, dan tentunya memberikan banyak impact,” tutur dia.

Lebih lanjut, Diajeng membeberkan sejumlah tips sukses untuk mengembangkan HijUp. Pertama-tama, kata dia, jujur atau honesty yang harus dimulai dari diri sendiri.

“Kalau kita enggak mulai dari kita sendiri, ke depannya itu pasti banyak tantangan, dan ketika kita menghadapi tantangan itu kita akan mudah goyah kalau ‘why’ (kenapa ingin berbisnis) dari kita sendiri enggak kuat,” tuturnya.

Selanjutnya yaitu inovatif. Suatu usaha harus punya nilai lebih sebagai pembeda, menimbang pengusaha pasti berkompetisi dalam hal bisnis. Menurut Ajeng, pelaku usaha harus mau melakukan riset serta mempelajari pasar dalam berinovasi.

Ketiga, just do it dan tak menyerah saat gagal. “Kegagalan itu perlu. Di Indonesia itu mungkin budaya kegagalan itu enggak di-embrace. Kita perlu mencoba dan gagal. Ketika gagal, kita jadi belajar. Apalagi sekarang banyak milenial, ya memang harus berani mencoba,” jelas Diajeng.

Keempat, unik. Keunikan produk lebih menarik perhatian masyarakat dan cenderung bisa bertahan. Terakhir dan hal yang mutlak, ia mengingatkan untuk berdoa.

(LH)