Pandemi Bikin Belanja Iklan di TV Menurun

Addiction.id-Jakarta. Pandemi COVID-19 memberi beban bagi industri pertelevisian di Indonesia. Kebanyakan stasiun televisi mengalami penurunan pendapat iklan sehingga kekurangan biaya produksi untuk membuat program. Hal ini dikeluhkan oleh Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI).

Wakil Ketua I ATVSI Neil R Tobing mengatakan bahwa di masa awal pandemi, bahkan sejumlah stasiun televisi hanya menayangkan ulang program yang pernah tayang.

“Mungkin kalau bisa diperhatikan selama empat bulan pertama dimulainya COVID memang tidak ada program fresh tapi packaging program-program lama. Karena memang ya tak mungkin untuk melakukan produksi program fresh,” tutur dia, saat di acara seminar daring pada Rabu (31/3).

Menurut Tobing, penayangan ulang itu merupakan salah satu cara stasiun televisi mengatasi masalah penurunan belanja iklan di televisi dan peningkatan biaya produksi untuk membuat program baru. Adapun kedua hal tersebut sangat berdampak pada operasi di industri televisi nasional ke depannya.

Lebih lanjut, ia merinci pendapatan dari belanja iklan. “Hitungan kita (belanja iklan) adalah minus 21% tahun lalu. Jadi, dari yang terkecil 15% sampai ada yang penurunannya mencapai 43% sehinga rata-rata 21%,” terangnya.

“Ini tentunya sangat berdampak terhadap operasi kami. Di satu sisi belanja iklan menurun karena ada kontraksi terhadap ekonomi, di sisi lain dalam memproduksi program-program juga peningkatan ongkos produksi,” ujarnya.

Tobing mengatakan peningkatan biaya produksi itu terjadi karena adanya penyesuaian terhadap penerapan protokol kesehatan dalam memproduksi program. Selain itu, ketidakseimbangan antara pendapatan iklan dan biaya produksi produksi memberatkan industri televisi.

“Secara umum, diperparah lagi oleh ekonomi kita yang juga terkontraksi, sehingga terjadi mismatch yang luar biasa antara revenue dan collection,” sambungnya.

“Kita punya revenue side, kita juga punya payable side. Payable harus dilakukan ontime, sementara revenue makin lama makin jauh. Jadi, secara operasional sangat berdampak,” jelas Tobing.

(LH)