Aplikasi Pengedit Tubuh dan Iklannya Picu Gangguan Makan

Addiction.id-Jakarta. Beberapa yayasan yang menangani masalah gangguan makan mengkritik keras penayangan iklan aplikasi pengedit bentuk tubuh. Pasalnya, aplikasi tersebut bisa memicu masalah gangguan makan.

Diketahui, iklan aplikasi pengedit itu kerap tayang di TikTok dan Instagram. Iklan ini menampilkan bagaimana aplikasi bisa mengubah tampilan tubuh, seperti merampingkan perut atau meniruskan wajah.

Salah satu yayasan yang mengkritik aplikasi dan iklannya ialah Hope Virgo. Mereka menegaskan bahwa perusahaan teknologi seharusnya mempertimbangkan dampak aplikasi semacam itu terhadap orang-orang yang rentan.

“Perusahaan media sosial perlu menghentikan akun-akun, iklan, dan aplikasi semacam itu, dan juga menghentikan upaya penyebaran pesan yang tidak sehat dan sangat tidak membantu,” tandas juru bicara Hope Virgo, dikutip dari BBC, Rabu (31/3).

Hope Virgo menyebutkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, ada peningkatan jumlah orang yang mengalami gangguan makan secara signifikan. Mereka melanjutkan pula bahwa gangguan makan tak melulul disebabkan citra tubuh yang buruk, tetapi ada hal lain yang menyebabkannya konten di media sosial.

“Faktanya TikTok dan Instagram saat ini mengiklankan aplikasi pengedit bentuk tubuh yang dicitrakan sempurna, ini bisa memicu epidemi gangguan makan ini lebih jauh,” lanjut mereka.

Yayasan lain yaitu Seed menunjukkan bahwa telah terjadi peningkatan gangguan makan hingga 68% pada anak-anak dan remaja antara 10-19 tahun. Mereka mencari bantuan terkait gangguan makan sejak terjadinya pandemi.

Sementara itu, TikTok sendiri menegaskan bahwa iklan aplikasi tersebut tak melanggar pedoman periklanan. Namun, pihaknya mengaku akan meninjau kembali kebijakannya dan tetap akan mendukung lingkungan yang positif bagi tubuh.

(LH)