Kebijakan Baru Memungkinkan Apple “Pilih Kasih”

Addiction.id-Jakarta. Beberapa waktu lalu, dikabarkan bahwa aturan Apple terbaru mewajibkan pengembang aplikasi iOS untuk mencantumkan segala aktivitas yang berhubungan dengan privasi pengguna. Hal ini termasuk bagaimana aplikasi melacak perangkat pengguna, mengakses kamera ponsel hingga mikrofon.

“Kami percaya bahwa privasi adalah hak asasi manusia dan pengguna harus memiliki transparansi dan pilihan tentang bagaimana data mereka dikumpulkan dan digunakan… Fitur privasi kami berlaku untuk semua pengembang , termasuk Apple. Tetapi pengguna tak akan melihat permintaan Transparansi Pelacakan Aplikasi dari Apple karena kami tak melacak pengguna,” tulis Apple.

Namun, rencana tersebut dinilai para pelaku periklanan digital hanya akan menguntungkan dan memperkuat platform aplikasi milik Apple di App Store.

Mereka berpendapat bahwa tindakan Apple akan meningkatkan kekuasaan perusahaan terhadap App Store. Pun aturan baru tersebut akan memberi Apple kendali lebih besar terhadap aplikasi populer dan akan diuntungkan dari aplikasi tersebut.

Intinya, aturan baru tersebut akan mempersulit pengembang atau pembuat aplikasi untuk menarik konsumen agar mengunduh aplikasi mereka melalui iklan dalam aplikasi. Pasalnya, kebijakan privasi baru ini memungkin Apple menyodorkan aplikasi pilihan perusahaannya di App Store—sesuai tujuan bisnisnya sendiri.

Contohnya, Apple bisa saja menyoroti lebih banyak aplikasi permainan yang merupakan langganan, atau klien iklan digital di platform App store.

Diketahui, iklan digital di App Store Apple pada 2020 lalu menghasilkan pendapatan sebesar USD 53,8 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 772 triliun rupiah (kurs USD 1 = Rp 13.500). Angka ini naik 16% dibandingkan tahun sebelumnya.

(LH)