Langgar Kebijakan, Google Hapus dan Batasi Penayangan Iklan

Addiction.id-Jakarta. Sebanyak 3,1 miliar iklan dihapus dari Google lantaran telah melanggar kebijakan platform. Selain itu, Google akan membatasi 6,4 miliar iklan lainnya.

Vice President, Privasi & Keamanan Iklan Google Scott Spencer menuturkan bahwa pihaknya akan berfokus pada keamanan pengguna pada tahun ini, termasuk keamanan di ekosistem periklanan digital.

“Di Google, keamanan pengalaman pengguna adalah hal yang selalu ingin kami pastikan saat mengambil keputusan tentang iklan apa yang orang bisa lihat dan konten apa yang bisa dimonetisasi di platform kami,” tutur Spencer, dikutip dari Bisnis, Rabu (17/3).

Pada tahun lalu, lanjut dia, kebijakan dan upaya penegakan perusahaan diuji selama pandemi, sejumlah pemilu di dunia, dan ancaman dari pihak tak bertanggung jawab yang terus mencari cara baru untuk memanfaatkan orang-orang di internet.

“Karyawan kami bekerja sepanjang waktu untuk memberi pengalaman yang aman bagi pengguna, kreator, penayang konten, dan pengiklan. Kami telah menambahkan atau memperbarui lebih dari 40 kebijakan bagi pengiklan dan penayang konten,” terang Spencer.

“Selain itu, kami memblokir atau menghapus sekitar 3,1 miliar iklan karena melanggar kebijakan kami dan membatasi 6,4 miliar iklan lainnya,” sambungnya.

Spencer mengatakan, penegakan yang pihaknya lakukan tak sama untuk semua kasus. Adapun pembatasan iklan menjadi kekhawatiran bagi perusahaan, menimbang iklan merupakan bagian dari strategi pemasaran.

“Pembatasan iklan memungkinkan kami menyesuaikan pendekatan berdasarkan geografi, hukum setempat, dan program sertifikasi, sehingga iklan yang disetujui hanya akan muncul di lokasi yang tepat dan sesuai dengan peraturan dan hukum,” ujarnya.

Namun, di lain sisi, Spencer menjelaskan, pembatasan iklan dinilai membantu pengiklan mematuhi persyaratan regional.

Selain itu, pihak Google terus berinvestasi pada teknologi pendeteksi otomatis untuk memindai web dengan efektif guna memastikan kepatuhan terhadap kebijakan untuk penayang dalam skala besar.

“Dengan beberapa kebijakan baru itu, kami berhasil meningkatkan penegakan secara pesat dan telah menghapus iklan dari 1,3 miliar halaman penayang pada 2020, naik dari 21 juta pada 2019,” tuturnya

Lebih lanjut, Spencer membeberkan, jumlah akun iklan yang dinonaktifkan karena melanggar kebijakan naik 70% dari 1 juta menjadi 1,7 juta. Kemudian, perusahaan juga memblokir dan menghapus lebih dari 867 juta iklan karena mencoba menghindari sistem deteksi Google

“Mereka mencoba menghindari deteksi kami termasuk dengan cloaking, dan 101 juta iklan lainnya karena melanggar kebijakan kami tentang pernyataan yang keliru. Jumlah keseluruhannya yang nonaktif sudah lebih dari 968 juta iklan,” lanjut dia.

(LH)