Gaet 11 Brand Sepatu Lokal, Tokopedia Kampanyekan ‘Bersebelas #MelangkahBareng’

Addiction.id-Jakarta. Tokopedia baru-baru ini menggaet sebelas brand sepatu lokal dan mengempanyekan ‘Bersebelas #MelangkahBareng’. Kampanye ini akan mempopulerkan brand-brand lokal tersebut, selaku UMKM yang menyokong perekonomian nasional di masa pandemi.

Senior Lead Fashion Tokopedia Aldhy Darmayo mengatakan bahwa inisiatif tersebut ditujukan untuk mendukung pelaku UMKM sepatu lokal guna mempertahankan bisnis dan lapangan pekerjaan di tengah pandemi. “Sekaligus mendorong lebih banyak masyarakat memakai produk dalam negeri,” imbuhnya, Sabtu (13/3).

Adapun inisiatif tersebut, kata Aldhy, dilatarbelakangi oleh tingginya antusiasme masyarakat untuk memenuhi kebutuhan fesyen secara daring.

“Ada peningkatan transaksi pada kategori Fashion di Tokopedia yang mencapai hampir dua kali lipat selama Desember 2020 jika dibandingkan dengan periode awal pandemi pada 2020. Transaksi produk sepatu juga meningkat hampir dua kali lipat,” jelas dia.

Sejalan dengan peningkatakan transaksi di kategori fesyen, Tokopedia mencatat adanya peningkatan minat konsumen terhadap sepatu lokal. “Misalnya, brand Nokha mencatat peningkatan transaksi hampir 2,5 kali lipat. Kemudian Brodo mencatat peningkatan transaksi hampir 5,5 kali lipat,” terang Aldhy.

Salah satu brand sepatu lokal yang digandeng Tokopedia ialah lokal Never Too Lavish (NTL). Menurut Founder NTL Bernhard Suryaningrat, ‘Bersebelas #MelangkahBareng’ ialah wujud dukungan terhadap sesama seniman dan pelaku industri lokal untuk bangkit bersama.

“Dengan pemanfaatan platform digital seperti Tokopedia, industri sepatu lokal diharapkan bisa lebih maju bahkan di tengah pandemic. Setiap bulan, kami akan merilis produk hasil kolaborasi bertajuk ‘Bersebelas Series’ yang bisa didapatkan masyarakat secara eksklusif di Tokopedia,” kata Bernhard.

Sekadar informasi, selain NTL, merek sepatu lokal lain yang digaet Tokopedia, yaitu Patrobas, Pijakbumi, Fuse Concept, Nokha, Seji, Exodos, Ortuseight, FYC, Rafheoo dan Brodo.

Lebih lanjut, Aldhy mengatakan pihaknya berharap semakin banyak pihak yang berkolaborasi untuk membantu pengusaha di Indonesia. “Terutama UMKM agar terus berkontribusi memulihkan ekonomi. Sebab, UMKM berkontribusi lebih dari 60% terhadap PDB Indonesia,” lanjutnya.

“Sudah waktunya kita menjunjung lebih tinggi rasa bangga buatan Indonesia, sebuah kebiasaan yang dapat mendorong para UMKM bisa meraja di negeri sendiri, demi membawa perekonomian nasional yang lebih mandiri,” tutup dia.

(LH)