Perluas Monetisasi, Pengguna Facebook Akan Lihat Lebih Banyak Iklan

Addiction.id-Jakarta. Para pengguna Facebook akan lebih sering melihat iklan. Hal ini merupakan imbas dari pembaruan kebijakan Facebook. Dikabarkan bahwa Facebook akan memperluas opsi monetisasi untuk pembuat konten video.

Kebijakan tersebut mengizinkan penyisipan iklan dalam video pendek, termasuk video berdurasi satu menit. Padahal sebelumnya iklan baru tayang di video berdurasi minimal tiga menit. Adapun iklan akan tayang setiap 30 detik video diputar.

“Ke depan, kami sedang mengeksplorasi format iklan sisipan (in-stream ads) yang bisa meningkatkan engagement, melalui interaksi produk dan hadiah,” ujar Yoav Arnstein, Direktur Facebook App Monetization, melalui blog resmi Facebook.

Raksasa media sosial ini juga menguji penyisipan iklan berbentuk stiker di layanan Facebook Stories.

Selain itu, iklan juga bisa tampil dalam tayangan Live Facebook. Kini, iklan dalam tayangan langsung ini tak akan muncul untuk siaran bermode khusus undangan.

Sekadar informasi, agar iklan itu tampil, sebuah halaman Facebook harus mencatat waktu tonton sepanjang 600 ribu menit untuk semua video selama 60 hari terakhir.

Pembuat konten dengan 60 ribu menit waktu tayang Live selama 60 hari terakhir bisa menyisipkan iklan ini.

The Verge mencatat, kebijakan monetisasi tersebut masih dalam tahap uji coba di ranah kelompok kecil para pembuat video. Ke depannya, Facebook berharap kebijakan iklan tersebut bisa segera berjalan bagi seluruh pembuat konten.

Menurut Arnstein, monetisasi iklan di video pendek ini bisa membantu Facebook membayar para pembuat konten. Pun langkah ini bisa memberi peluang kepada pengiklan untuk menjangkau konsumen yang lebih relevan.

Tech Crunch melaporkan bahwa pendapatan dari iklan itu akan dibagi antara pembuat video dengan Facebook. Facebook akan mendapat 45%, sementara pembuat video menerima 55%

Diketahui, Facebook saat ini terus mengembangkan fitur acara online berbayar untuk Facebook Events dan program langganan.

Fitur Facebook Events berbayar segera hadir di 44 negara. Sementara, program langganan akan segera berlaku di 35 negara dunia.

(LH)