Bukan Cuma Soal Cinta, Dalam Bisnis Juga Ada Pelaku ‘Ghosting’

Addiction.id-Jakarta. Istilah ‘ghosting’ bukan cuma eksis dalam percintaan. Dalam dunia bisnis pun ada. Perlu diketahui, ‘ghosting’ sendiri ialah tindakan memutuskan hubungan secara sepihak dan tiba-tiba, tanpa ada komunikasi yang jelas terlebih dahulu.

Dalam hal percintaan, si gebetan biasanya tiba-tiba menghilang tanpa basa-basi. Nah, kalau dalam dunia bisnis, bentuk konkret ‘ghosting’ seperti apa sih?

Menurut pakar marketing Yuswohady, dalam bisnis, pelaku ‘ghosting’ biasanya intens bertanya soal ini-itu terkait produk kepada penjual, namun menghilang tanpa kabar dan tak beli. Tindakan semacam ini muncul sejak penjualan online marak.

Pada kasus tertentu, lanjut dia, pelaku ‘ghosting’ dalam hal ini merupakan pesaing bisnis yang berpura-pura menjadi pembeli. Mereka cuma ingin survei harga, mengambil karya, bahkan menjiplak.

“Jadi kompetitor itu melakukan ghost shopping untuk mengetahui produk, harga misalnya, atau benefit untuk kompetisi atau meniru. Seperti yang dibilang Pak Jokowi, benci produk luar negeri karena beberapa pemain besar kayak melakukan competitor intelligence, terus produknya di-copy tapi dengan harga yang jauh lebih murah,” jelasnya, Senin (8/3).

Selain pesaing bisnis, pembeli sesungguhnya pun bisa menjadi pelaku ‘ghosting’. Mereka biasanya menyurvei sejumlah toko online guna mencari harga dan kualitas terbaik, sebelum membeli.

“Bukan yang paling murah ya, tapi harga yang paling bagus, artinya secara kualitas oke tapi harganya yang terbaik. Itu namanya value,” imbuh Yuswohady.

Lebih lanjut, ia menilai, para penjual online harus menerima perlakuan ghosting, sebab memang risiko mereka. Sebab penjual tak tahu pasti sejak awal apakah orang tersebut akan membeli atau tidak.

“Kita akan bisa ngerti ini ‘ghost shopper’ atau bukan itu dari pengalaman. Kalau orang yang nanya detil kita anggap ‘ghost shopper’ kan nggak semua begitu juga. Ini seni lah, memang nasib namanya jualan. Jangan kita kecurigaan terhadap ghost shopper membuat service kita jadi menurun,” pungkas Yuswohady.

(LH)