A80% Aplikasi Populer Gunakan Data Pengguna Untuk Iklan

Addiction.id-Jakarta. Hasil riset penyedia layanan cloud storage pCloud menunjukkan bahwa Facebook dan Instagram paling banyak membagikan data pribadi pengguna ke perusahaan lain atau pihak ketiga.

Diketahui, pCloud menganalisis lebih dari 100 aplikasi yang biasa digunakan sehari-hari dan mencari tahu mana saja membagikan data pribadi penguna. Riset ini berdasarkan label privasi Apple dengan memerhatikan tiga kategori, yaitu pelacakan, iklan pihak ketiga, dan berdasarkan iklan pengembang atau pemasaran.

Kemudian didapati bahwa 52% dari total aplikasi saat ini berbagi data pengguna ke pihak ketiga. Sebagai yang paling banyak membagikan data pengguna, Instagram berbagi 79% data pengguna. Kemudian disusul induk Instagram, Facebook, sebanyak 57%.

“Meskipun terkadang aplikasi perlu menyampaikan informasi tertentu kepada pihak ketiga untuk membantu mereka menyediakan layanan, namun sebagian besar melakukannya untuk keuntungan mereka sendiri, bukan penggunanya… Mengambil keuntungan dengan berbagi informasi pribadi menjadi lebih berkembang biak dalam praktik online modern,” ungkap Ivan Dimitrov, manajer pemasaran digital di pCloud.

pCloud juga menyebutkan 80% dari total aplikasi tersebut memanfaatkan data pengguna untuk pemasaran. Misalnya, untuk menayangkan iklan layanan mereka sendiri di platform lain, serta iklan di dalam aplikasi untuk meraup keuntungan, dilansir Tech Radar.

Menyoal Instagram dan Facebook, keduanya menggunakan 86% data pengguna mereka untuk menjual produk mereka sendiri dan menayangkan iklan pengiklan yang relevan dengan pengguna.

“Raksasa media sosial seperti Instagram dan Facebook bertujuan untuk mengoleksi data pengguna sebanyak mungkin, ketimbang mengutamakan menjaga privasi mereka,” tambahnya.

Selanjutnya, pCloud juga memberi peringkat kepada aplikasi populer itu berdasarkan seberapa invasif melacak data pribadi pengguna, dari yang tertinggi secara keseluruhan. Aplikasi yang paling banyak melacak data pribadi di antaranya Instagram, Facebook, Uber Eats, Trainline, dan eBay.

Sebagai catatan, pengguna tetap harus mempertimbangkan keamanan data pengguna sebelum mengunduh di toko aplikasi resmi. Selain itu, sebaiknya hindari pengunduhan di toko aplikasi tak resmi.

(LH)