Indosat Ooredoo Rilis iAds, Layanan Periklanan Digital Berbasis AR

Addiction.id-Jakarta. Para pelaku usaha mau tak mau harus beradaptasi dengan pandemi COVID-19. Salah satunya dengan mengubah strategi pemasaran menjadi serba digital. Benar saja, saat ini layanan periklanan digital cukup diminati pengusaha.

Strategi tersebut dinilai mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap brand, mampu menjangkau audiens yang luas, bahkan meningkatkan penjualan produk. Berangkat dari kebutuhan ini, Indosat Ooredoo Business merilis iAds, yakni sebuah inovasi teknologi di bidang periklanan digital.

Menurut keterangan resmi pada Kamis (4/3), iAds hadir dengan memanfaatkan teknologi Augmented Reality atau AR, pesan interaktif, dan mobile video. Melalui iAds, Indosat memberi kemudahan dalam beriklan dan memanfaatkan media telekomunikasi yang inovatif.

“Indosat Ooredoo Business berkomitmen mendukung peningkatan pertumbuhan sektor bisnis Indonesia dengan pemanfaatan teknologi digital,” ujar Chief Business Officer Indosat Ooredoo, Bayu Hanantasena

“Hari ini kami meluncurkan iAds untuk mendukung kebutuhan promosi para pelaku bisnis yang lebih inovatif melalui media sosial dan relevan dengan situasi saat ini,” lanjut dia.

Di iAds, Indosat Ooredoo menghadirkan tiga layanan utama. Layanan pertama ialah solusi berbasis AR yang membuat iklan jauh lebih interaktif. Kedua, layanan iAds Biz menghadirkan solusi berbasis SMS broadcast yang interaktif. Terakhir, iAds Mgram memberi solusi promosi interaktif melalui foto dan video yang bisa diterima oleh berbagai jenis ponsel, baik ponsel biasa maupun smartphone.

Bayu mengatakan iAds bisa menyasar ratusan ribu lebih perusahaan besar dan menengah di Indonesia. Sehingga mereka bisa mempromosikan produknya kepada jutaan pengguna layanan seluler sebagai calon konsumen sesuai target pemasaran.

“Kami berharap lewat 3 layanan iAds yang kami luncurkan akan membantu pelaku bisnis untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang agar dapat bersaing baik di pasar lokal maupun global, serta mendorong ekonomi digital Indonesia,” kata dia.

(LH)