Andil Gojek Asah Talenta Digital Indonesia, dari Bangkit Hingga Bikin Fitur Edukasi

Addiction.id-Jakarta. Di 2021 ini, Bangkit kembali digelar. Kehadiran program ini kembali menarik antusias para pesertanya. Terbukti dengan pendaftarnya yang mencapai 28.000 orang—yang merupakan mahasiswa, dari 500 perguruan tinggi di Indonesia.

Untuk diketahui, Bangkit merupakan program pengembangan kompetensi mahasiswa untuk berkarir di dunia teknologi. Program ini merupakan kolaborasi Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbud, Google, Gojek, Tokopedia, Traveloka, dan sejumlah perguruan tinggi, yang turut bekerja sama dengan Universitas Stanford, California, Amerika Serikat melalui program University Innovation Fellow.

Puluhan ribu pendaftar itu akan diseleksi hingga tersisa 3.000 orang. Mereka nantinya akan diundang untuk mendaftar ulang dan mengikuti serangkaian tahap, sebelum resmi menjadi siswa Bangkit dan ikut belajar online hingga 18 minggu ke depan, dimulai pada Februari 2021.

Direktur Jenderal Dikti Nizam menjelaskan bahwa para mahasiswa terpilih akan didampingi oleh mentor dari sektor industri dan perguruan tinggi.

“Kemudian di akhir semester, akan dipilih 15 tim proyek akhir untuk pengembangan lebih lanjut, termasuk hibah inkubasi dan dukungan dari universitas mitra program Bangkit,” ujar dia saat pembukaan program Bangkit yang digelar secara virtual (15/2).

Di kesempatan yang sama, Gojek hadir sebagai salah satu perwakilan dari industri yang terlibat dalam program Bangkit.

Chairwoman Yayasan Anak Bangsa Bisa (bagian dari Gojek) Monica Oudang mengatakan bahwa Gojek akan mengirim lebih dari 40 talenta terbaiknya untuk menjadi mentor bagi siswa Bangkit. Selanjutnya, para mentor akan membagi wawasan dan pengalamannya, seperti memahami arsitektur dari sistem android hingga bagaimana mengembangkan aplikasi.

Hal tersebut dipercaya bisa menjadi bekal bagi para siswa. Bahkan, lanjut Monica, juga optimistis bahwa pemanfaatan teknologi bisa mengubah kehidupan jutaan orang menjadi lebih baik.

“Sejalan dengan itu, Gojek secara berkelanjutan membina talenta-talenta terutama di bidang teknologi agar semakin banyak pembawa perubahan yang lahir dan menjadi penggagas serta menciptakan ide-ide kreatif, untuk terus memajukan bangsa. Kami merasa terhormat atas kepercayaan untuk ikut ambil bagian dalam Program Bangkit, yang memiliki kesamaan visi dengan Gojek,” tutur Monica melalui keterangan tertulis, Jumat (19/2).

Selain itu, melalui Yayasan Anak Bangsa Bisa, Gojek memperluas cakupan dan upaya dalam pengembangan komunitas yang fokus pada pengembangan talenta, serta memberi solusi sesuai dengan kebutuhan masyarakat melalui teknologi dan jangkauan ekosistem Gojek.

“Kami berharap seluruh upaya ini turut berkontribusi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi digital nasional untuk menjadikan Indonesia sebagai ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara,” ujarnya.

Sekadar informasi, selain turut andil di program Bangkit, Gojek juga berinisiatif mengembangkan kompetensi bagi talenta digital di Indonesia bersama dengan pemerintah dan mitra-mitra lain. Salah satunya dengan membuat program GoAcademy, yaitu serangkaian program pengembangan keahlian bagi para fresh graduate dan pemrogram atau engineer yang memiliki pengalaman kurang dari tiga tahun.

Lalu ada Upscale, yaitu program Gojek untuk mengundang pelajar-pelajar terbaik di bidang ilmu teknologi untuk mendapatkan eksposur mengenai implementasi teknologi di Gojek.

Kemudian ada lagi, Gojek Xcelerate, yakni program akselerator untuk mendorong pertumbuhan startup lokal dan menciptakan dampak positif sosial yang lebih luas dengan menggunakan kurikulum yang dibuat tim Gojek.

Kemudian, Data Science Meet Up, program Gojek untuk memberi wadah komunitas data science agar bisa berkolaborasi dan berbagi terkait perkembangan komunitas penggunaan kecerdasan buatan kepada publik.

Bahkan, untuk para karyawannya, Gojek menyediakan program pengembangan melalui GoLearn yang berisi berbagai pembelajaran, mulai dari teknologi, kepemimpinan, soft skills dan lain-lain agar bisa terus menggali wawasan dan memberdayakan budaya belajar yang fundamental bagi Gojek. Terakhir, Gojek menghadirkan Business Intelligence University untuk pengembangan skill tim Business Intelligence di seluruh Gojek Group.

(LH)