Konten Negatif dan Iklan Muncul Berbarengan, Facebook Beri Solusi

Addiction.id-Jakarta. Sudah bertahun-tahun platform media sosial seringkali jadi sasaran protes para pengiklan. Pasalnya, mereka minim menindaki konten negatif—seperti hoaks dan ujaran kebencian—yang muncul berbarengan dengan konten pengiklan.

Adapun salah satu platform itu ialah Facebook.

Untuk menjawab masalah tersebut, Facebook akan akan mengembangkan alat “kontrol pengecualian topik” atau “topic exclusion controls”, dikutip dari Reuters, Minggu (31/1).

Alat tersebut akan membantu pengiklan mengetahui bagaimana iklan mereka muncul di laman Facebook. Sehingga, alat ini juga memungkinkan para pengiklan mencegah konten negatif “membonceng” iklan mereka.

Rencananya, fitur tersebut akan diuji coba dalam skala kecil untuk para pengiklan. Kiranya uji coba ini akan dilakukan satu tahun.

Diketahui, pada Juli 2020 lalu, sejumlah perusahaan besar—seperti Unilever, Starbucks, dan Coca-Cola—memboikot Facebook dengan tak mengiklan di platform tersebut. Sebab, mereka menilai Facebook tak becus menumpas hoaks dan ujaran kebencian terkait kasus kematian pria kulit hitam George Floyd.

Beberapa bulan kemudian, tepatnya September, Facebook, Twitter, dan YouTube bersepakat dengan pengiklan untuk mengatasi konten negatif.

(LH)