Iklan Layanan Digital Berbasis SMS-MMS Makin Ditinggalkan

Addiction.id-Jakarta. Di 2021 ini, bisnis layanan iklan digital berbasis SMS dan MMS diprediksi kian menurun seiring berkembangnya teknologi.

Menurut Ketua Pusat Studi Kebijakan Industri dan Regulasi Telekomunikasi Indonesia-ITB Ian Yosef M. Edward, beberapa tahun lalu kontribusi iklan tersebut sangat besar bagi pertumbuhan bisnis operator seluler, khususnya layanan SMS dan panggilan suara.

Namun, seiring berkembangnya teknologi dan adanya perubahan perilaku masyarakat, pemasang iklan lebih memilih mengiklan di situs atau aplikasi tertentu, daripada mengiklan dengan menargetkan nomor ponsel audiens.

Sebagaimana telah diketahui, masyarakat saat ini banyak menghabiskan waktunya di media sosial. Nah, merekalah yang menjadi target pemasaran perusahaan belakangan ini. Imbasnya, bisnis iklan layanan digital berbasis SMS dan MMS makin menurun.

“Saat ini kontribusi SMS, MMS, dan pop up sangat murah, kontribusi di bawah 5% saya kira kalau saat ini,” ujar Ian, dikutip dari Bisnis, Sabtu (30/01).

Ia melanjutkan, adapun perusahaan yang masih mengandalkan layanan iklan digital berbasis SMS ialah perusahaan finansial dan perusahaan yang membutuhkan pengiriman one time password (OTP) kepada pelanggan.

Lebih lanjut, Ian berpendapat, bisnis layanan digital pun bergantung pada jaringan 2G—yang saat ini pembangunan jaringannya stagnan, bahkan cenderung turun. Sebagai informasi, dalam beberapa tahun terakhir ini operator seluler, seperti Telkomsel, XL Axiata, dan Indosat, tak lagi menambahkan jaringan 2G secara besar-besaran.

Ia berharap operator seluler berinovasi agar layanan iklan digital makin menarik sehingga bisa memberi kontribusi yang lebih besar.

“Misalnya, dibuat seperti gim, mirip dengan [gim] Pokemon Go, pengguna diminta supaya mencari tempat bisnis dan diberi bonus,” tandas Ian.

(LH)