Distribusi Barang Tak Pasti, Ini Solusi dari Warung Pintar

Addiction.id-Jakarta. Di masa pandemi Covid-19 ini, pengusaha warung kerap ditantang oleh adanya kesulitan dan ketidakpastian distribusi barang.

Hal tersebut terjadi karena pembatasan aktivitas dan perubahan perilaku konsumen, yang menjadikan warung dan toko kelontong sebagai opsi utama untuk membeli barang tertentu. Kondisi ini bahkan berimbas pada lonjakan harga akibat kelangkaan suatu barang.

Berangkat dari hal itu, aplikasi Warung Pintar memberi solusi dengan menghadirkan sistem otomatisasi distribusi bernama Grosir Pintar.

Untuk diketahui, Warung Pintar merupakan perusahaan teknologi yang mentransformasi warung di Indonesia. Aplikasi ini pun membuka akses bagi pelaku warung di era digital, agar bisa ikut menumbuhkan ekonomi.

“Efek pandemi pada warung mendorong Warung Pintar untuk menyingsingkan lengan baju lebih jauh demi mengurangi kemerosotan lebih lanjut yang dialami para pengguna kami. Oleh karena itu, kami memilih untuk menajamkan layanan-layanan guna menjawab permasalahan utama warung di tengah pandemi, yaitu ketidakstabilan rantai pasok,” ungkap CEO dan Cofounder Warung Pintar Agung Bezharie Hadinegoro, Senin (25/1).

“Menjawab kebutuhan warung, kami pun meluncurkan layanan Grosir Pintar yang saat ini telah memiliki lebih dari 200 mitra grosir. Dengan Grosir Pintar, warung dapat memilih untuk membeli barang dari mitra grosir sehingga pengiriman barang bisa dilakukan dalam waktu 1 hingga 3 jam saja,” sambung dia.

Agung mengatakan, layanan Warung Pintar pun bisa membantu memenuhi kebutuhan mendadak yang kerap terjadi dan mempermudah kegiatan warung yang memiliki perputaran uang yang terbatas.

Ia pun memaparkan bahwa, berdasarkan riset internal, inovasi Warung Pintar memberi efisiensi dari segi waktu, biaya, serta jaminan atas ketersediaan barang.

Perihal waktu, para pemilik warung hanya menghabiskan maksimal 43 menit untuk memesan barang di Warung Pintar. Berbeda saat berbelanja di pemasok lain yang bisa memakan waktu lebih dari 1 jam.

Selain itu, perihal biaya, para pemilik warung menghemat rata-rata Rp62.000,- karena tak perlu bayar ongkos jalan, seperti saat belanja offline. Bukan cuma itu, harga barang pun tergolong kompetitif hingga 20% lantaran rantai distribusi lebih pendek dan transparan.

Terakhir, dari segi ketersediaan barang, Warung Pintar bisa menghadirkan pemenuhan stok warung hingga 95%. Pasalnya, otomasi sistem memungkinkan Warung Pintar mengantisipasi permintaan.

“Di 2020 pun, jumlah transaksi dan pengguna aktif Warung Pintar meningkat lebih dari 6 kali lipat. Melihat tren ini, kami yakin Warung Pintar bisa tumbuh bersama para pelaku industri warung dengan terus mendorong efisiensi dan produktivitas,” tandas Agung.

(LH)