Ingin Berkembang, Signal Andalkan Sumbangan Bukan Iklan

Addiction.id-Jakarta. Popularitas aplikasi perpesanan Signal kian meningkat beberapa hari terakhir ini. Hal ini dipicu oleh pembaruan kebijakan privasi WhatsApp, yang ujungnya memaksa pengguna berbagi data ke Facebook. Sehingga banyak pengguna yang mencari alternatif WhatsApp.

Executive Chairman Signal Foundation Brian Acton mengakui bahwa kontroversi WhatsApp tersebut membikin Signal untung. Buktinya, jumlah pengunduh Signal meningkat secara signifikan.

“Kami gembira bisa membicarakan tentang privasi online dan keamanan digital dan orang-orang beralih ke Signal sebagai jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan itu,” katanya, Rabu (13/1).

“Ini adalah kesempatan besar buat Signal untuk bersinar dan memberikan orang pilihan serta alternatif. Dalam tiga tahun (jumlah pemakaian) pelan perkembangannya dan kemudian sebuah ledakan besar. Sekarang, roket sudah meluncur,” ungkapnya.

Acton melihat WhatsApp ingin memonetisasi namun tetap menjaga privasi user. Namun, kebijakan ini membuat pengguna kebingungan.

Ia pun membeberkan, guna memonetisasi atau menghasilkan uang, Signal hanya akan mengandalkan sumbangan dari para pengguna. Jadi, bukan iklan atau sejenisnya.

“Andai Signal punya semiliar user, itu adalah 1 miliar donor. Apa yang harus kami lakukan adalah membuat Anda senang dengan Signal sehingga mau memberi 1 dolar. Satu-satunya cara untuk mendapat donasi adalah membangun produk inovatif dan menarik,” terang Acton.

Diketahui, Acton dan sahabatnya, Jan Koum, mendirikan WhatsApp pada 2009 silam. Lalu pada 2014, perpesanan instan ini diakusisi oleh Facebook.

Kemudian di tiga tahun setelahnya, Acton cabut dari WhatsApp lantaran kecewa dengan strategi monetisasi Facebook untuk WhatsApp dan juga terkait privasi user. Akhirnya, ia pindah ke layanan pesaing yakni Signal.

(LH)