Platform Iklan Video Vidy Perluas Jaringan

Addiction.id-Jakarta. Vidy baru-baru ini merilis platform aset kripton bernama VidyCoin. Untuk diketahui, Vidy merupakan jaringan iklan video terdesentralisasi yang berbasis blockchain pertama di dunia.

“Vidy menekankan teknologi pada data dan bagaimana pengguna bisa menikmati keuntungan dari kekuatan data tersebut. Jadi, saat menonton video dan browsing, setiap pengguna berkesempatan menambah penghasilan dari rumah,” jelas Pendiri dan CEO Vidy Patrick Colangelo melalui keterangannya, Rabu (30/12).

Colangelo memaparkan, pengguna akan mendapat hadiah berupa VidyCoin setelah memutar iklan video. Nantinya koin tersebut bisa digunakan untuk membeli barang di jaringan Vidy, mempublikasikan iklan, hingga mengakses konten premium dari penerbit.

Vogue Singapore menjadi penerbit pertama yang memanfaat VidyCoin. Di akhir November 2020, penerbit ini memanfaatkan koin tersebut sebagai fitur hadiah bagi pengguna, pun memungkinkan mereka melakukan pembelian on-site. Setelah 5 hari diluncurkan, 30 video mikro di Vogue Singapura ditonton hingga 40 juta detik oleh pengguna. Dari sini, mereka mengumpulkan sekitar 78.000 pendaftar baru di VIDY Wallet.

Menyadari angka tersebut bisa direplikasi di lebih 100 penerbit Vidy dan bisa mengganggu jaringan Ethereum yang kian padat namun kinerja terbatas, VidyCoin kemudian dibuat menjadi ekosistem dengan dua token, yaitu VIDY dan VIDYX.

Token VIDY berbasis Ethereum, sementara VIDYX menggunakan TRON, sehingga pengguna tak harus mengalami kenaikan biaya saat transaksi atau menunggu lama saat menarik token. “VIDYX sebuah pendorong yang menggerakkan platform Vidy. Dengan platform ini, pengguna bisa mengumpulkan penghasilan tambahan, yang didapat dari real-users dan atensi secara online,” sambung Colangelo.

Adapun mekanisme penempatan iklan Vidy ialah memanfaatkan protokol NLP (pemrosesan bahasa alami) dan sumber terbuka yang otomatis mencocokkan iklan video, yang disisipkan dengan teks yang relevan di jutaan halaman. Protokol ini didukung oleh penambang yang dibayar dengan VidyCoin di setiap penempatan yang berhasil dan dekripsi data pengguna anonim, yang selanjutnya dikunci di kontrak pintar.

Untuk ke depannya, VidyCoin optimis bisa menyemai audiens yang lebih besar untuk menambang aset crypto dengan mulus sambil mengumpulkan hadiah, baik dengan menonton video maupun mengubah VidyCoin menjadi uang tunai di pertukaran kripto.

Kesuksesan platform Vidy pun didukung oleh berbagai industri penerbitan dan media. Misalnya Vogue Singapura, CNN Indonesia, CNBC Indonesia, Kompas Gramedia, dan Esquire.

Hingga kini, di Indonesia, Vidy memiliki lebih dari 200 juta pengguna aktif bulanan di lebih dari 3,5 miliar tampilan halaman bulanan.

(LH)