Dari Iklan Hingga Atasi Hoaks, Google Diminta Transparan

Channel9.id-Jakarta. Google dinilai perlu lebih transparan dalam menangani penyebaran berita palsu atau hoaks. Demikian ungkap Wakil Presiden Komisi Eropan Vera Jourova, setelah melakukan konferensi video dengan CEO Alphabet dan Google Sundar Pichai.

Sebagaimana telah diketahui, penyebaran disinformasi di internet menuai kekhawatiran di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Tak ayal bila pemerintah dan regulator tengah berupaya mengatasi masalah tersebut. Terlebih yang berkaitan dengan Pemilu, iklan politik, dan pandemi Covid-19.

“Saya menyerukan untuk menghadirkan berbagai tool untuk membuat periklanan lebih bertanggung jawab dan transparan, serta untuk bekerja dengan ekosistem yang lebih luas,” pungkas Jourova, dikutip dari Reuters, Selasa (29/12).

“Saya memberitahu Pichai jika dilakukan dengan benar, tool-tool seperti itu bisa mengurangi monetisasi disinformasi,” tegasnya.

Sebelumnya, pada pekan lalu, Jourova meluncurkan European Democracy Action Plan guna melawan disinformasi, meningkatkan kebebasan media, dan mempromosikan pemilihan yang bebas dan adil.

Diketahui, ia sempat mengkritik Google yang menghasilkan uang dari penyebaran hoaks.

“Saya senang mendengar Google membatasi target iklan politik, tapi undang-undang kami akan mencakup lebih luas, hingga ‘iklan berbasis masalah’,” jelas Jourova merujuk pada rancangan regulasi Komisi Eropa yang dipresentasikan pada 15 Desember oleh Kepala Digital Uni Eropa Margrethe Vestager.

Tak hanya itu, Jourova pun mendesak Google untuk memastikan distribusi pendapatan yang lebih adil bagi media-media Eropa.

Sekadar informasi, banyak pihak yang mengeluh lantaran Google disebut hanya menumpang secara gratis di perusahaan-perusahaan media. Baru-baru ini, perusahaan ini menandatangani kesepakatan dengan sejumlah media Eropa.

(LH)