Kolaborasi, Kunci Industri Bertahan Saat Pandemi

Addiction.id-Jakarta. Banyak industri yang terkena dampak pandemi Covid-19, termasuk industri digital. Mereka akhirnya harus beradaptasi untuk tetap bertahan. Untuk itu, segala upaya ditempuh. Salah satunya dengan berkolaborasi.

Founder dan CEO Kelas Pintar Fernando Uffie menyebut bahwa kolaborasi menjadi kunci bertahan. Pihaknya tak bisa serta-merta melakukannya secara sendirian.

“Industri digital tidak bisa stand alone, harus berkolaborasi. Karena industri digital itu membutuhkan infrastruktur yang menjadi domainnya operator, membutuhkan financial technology atau industri lain untuk saling mendukung. Demikian juga di education technology, seperti Kelas Pintar, yang tidak bisa tumbuh, jika tidak ada infrastruktur,” jelas Uffie.

Ditambah lagi para siswa harus belajar dari rumah selama pandemi. Ini menjadi momentum bagi teknologi untuk penetrasi dengan cepat ke ranah pendidikan.

Hal serupa juga dituturkan oleh Nazir Muhammad, Head of Strategic Investments Telkomsel. Ia menuturkan bahwa tak semua industri terdampak negatif akibat pandemi ini. Misalnya, teknologi di bidang pendidikan yang justru kian pesat.

“Pandemi ini mampu mempercepat industri masuk ke digital. Salah satu kunci nya adalah kolaborasi. Itu sebabnya, saat pandemi ini banyak hal baru yang muncul. Demikian juga dengan masyarakatnya yang cepat menerima digitalisasi dalam kehidupannya. Seperti eCommerce yang meningkat 3 kali lipat, Asuransi dan fintech yang meningkat 4-5 kali lipat dan tentu saja education technology yang tumbuh sangat besar,” tutur dia.

Uffie mengatakan, hal yang menjadi tantangan bagi edutech di masa mendatang ialah bagaimana agar bisa diterima oleh pasar. Maksudnya, bagaimana para pengguna di Indonesia bisa menerima.

“Kita memiliki konsep yang didasarkan resource internal dan apa yang kita amati, dan itu yang akan kita implementasikan. Tapi pada akhirnya, kita kembali kan pada pasar. Kita bersyukur karena pada education technology ini yang akan banyak memberikan informasi bagaimana progress dan perkembangan atau respon dari market itu sendiri,” ucapnya.

Ia menjelaskan, dengan memanfaatkannteknologi, pihaknya busa mengetahui perilaku pengguna, dari yang disuka hingga waktu penggunaannya. “Sehingga kita bisa menentukan langkah yang nantinya akan memenangkan kompetisi dalam industri pendidikan di Indonesia,” terang Uffie .

Ia berharap, pada 2021 nanti, semakin banyak sekolah yang menggunakan layanan Kelas Pintar. “Untuk tahun 2021 kita akan hadir di lebih banyak lagi sekolah swasta karena sekolah swasta juga menggunakan kurikulum yang ada di Indonesia,” lanjutnya.

Untuk diketahui, Kelas Pintar akan melakukan banyak campaign di 2021. Hingga kini, Kelas Pintar telah digunakan lebih dari 700 ribu pengguna dan diprediksi akan terus meningkat.

(LH)