Siap-siap, Google Chrome Akan Blokir Iklan ‘Berat’

Addiction.id-Jakarta. Google akan memblokir iklan-iklan tertentu, utamanya yang ‘berat’, dari peramban Chrome. Sebelumnya, sejak Mei 2020 memang sudah tersiar kabar sejak bahwa Google berniat memblokir iklan, yang membuat lemot perangkat pengguna Chrome.

Dikutip dari Forbes pada Kamis (24/12), Google memanfaatkan fitur bernama Heavy Ad Intervention untuk memblokir iklan-iklan tersebut.

Untuk diketahui, heavy ad atau iklan berat merupakan iklan web yang terlalu banyak menguras sumber daya sistem pengguna, sehingga membuat perangkat jadi melambat bahkan tak responsif.

Iklan semacam ini akan mengganggu pengguna saat berselancar di internet. Pasalnya tampilan bisa muncul lebih lambat dari biasanya. Selain itu juga akan menguras baterai dan data seluler.

Baru-baru ini, seorang pengguna melaporkan bahwa Chrome mulai memblokir iklan-iklan tertentu. Misalnya, Aron Pilhofer melalui akun Twitternya @pilhofer.

Melalui kicauannya, Pilhofer mengunggah tangkapan layar dari situs The New York Times pada 2 Desember 2020. Di laman itu, ada kotak besar di bagian atas situs yang biasanya memuat tampilan iklan, namun kini tak menampilkan iklan. Namun, ada keterangan keterangan, “Iklan ini menggunakan terlalu banyak sumber daya dari perangkatmu, jadi Chrome menghapusnya.”

Pengguna lainnya pun melaporkan hal serupa. Akun @tobyns melaporkan bahwa Chrome telah menghapus iklan dari situs berita The Independent yang ia kunjungi. “Pertama kali saya melihat Chrome menghapus iklan. kejadian langka!,” ujar dia pada November 2020.

Selain itu, akun @ArtemR pun mengaku pertama kalinya melihat Chrome memblokir iklan yang terlalu banyak menggunakan sumber daya.

(LH)