Murah dan Berkualitas Baik, Beriklan di Platform Lokal Lebih Diminati

Addiction.id-Jakarta. Di 2021 mendatang, tren belanja iklan akan bergeser dari platfrom global ke publisher lokal. Demikian ungkap Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani.

Hariyadi mengatakan ada dua hal yang mendorong terjadinya pergeseran tersebut. “Soalnya, platform global (harganya) mahal, dan kualitas publisher lokal juga semakin membaik,” jelasnya, Rabu (16/12).

Sementara itu, Ketua Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) Janoe Arijanto memaparkan bahwa belanja iklan digital saat ini masih dinikmati oleh platform global, bukan publisher lokal. Adapun 75% pangsa pasar industri iklan Indonesia dinikmati oleh pemain global, seperti Facebook dan Google, termasuk YouTube.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa belanja iklan oleh perusahaan nasional diprediksi naik hingga 10% di tahun depan. Baik media konvensional maupun digital, keduanya diperkirakan sama-sama mujur—di mana masing-masing diprediksi naik di kisaran 15-20% dibandingkan tahun ini.

Untuk diketahui, hingga September 2020 nilai belanja iklan di Indonesia lebih dari Rp150 triliun. Dari segi komposisi, ada perubahan mendasar pada 2020 dari kuartal II hingga IV, yakni naiknya iklan digital hingga tiga kali lipat.

Kendati begitu, secara keseluruhan, televisi masih mendominasi sekitar 60% pangsa pasar iklan, internet 20-25%, dan sisanya dari media-media konvensional seperti radio dan media luar ruang.

P3I memprediksi tren itu akan terus ada hingga 2021, namun dengan platform yang lebih beragam. Menurut prediksi, tren akan lebih didominasi oleh direct action media atau iklan di media sosial.

(LH)