Promosikan Makanan Lewat Foto Bisa Dongkrak Bisnis Kuliner

Addiction.id-Jakarta. Telah dipahami bahwa pandemi Covid-19 berdampak terhadap segala sektor di dunia, termasuk bisnis kuliner.

Presiden Asosiasi Pengusaha Kuliner Indonesia (APKULINDO) Bedi Zubaedi mengakui bahwa pandemi saat ini mengacaukan tatanan ekonomi, tatanan kehidupan. Situasi ini, lanjut dia, lebih parah dari krisis-krisis sebelumnya sebab melarang seseorang untuk bertemu satu-sama lain, tak boleh mendekat, dan tak boleh berkumpul.

“Itu yang membuat kita punya bisnis kuliner menurun,” imbuhnya ketika di acara ShopeePay Talk ‘Pertajam Skill, Maksimalkan Hasil’ yang digelar secara daring, Rabu (16/12).

Menurut Bedi, para pengusaha kuliner mau tak mau harus berinovasi dan baradaptasi untuk mempertahankan bisnisnya. Salah satu caranya yaitu dengan beralih ke bisnis daring yang menjanjikan, di mana saat ini banyak orang menghabiskwan waktu di rumah dan membeli kebutuhannya secara daring.

“Tantangannya yaitu mengubah cara menjual. Dari yang dulu kita menerima tamu secara offline, sekarang harus kita berpikir bagaimana menjual secara online atau delivery,” jelas dia.

Tantangan lainnya yaitu bagaimana pengusaha kuliner menarik minat konsumen agar membeli produknya. Salah satu kuncinya, kata Bedi, dengan menampilkan foto produk yang menarik.

“Zaman dulu sampai sekarang, foto produk itu penting. Apalagi sekarang lewat online. Jadi memang kebutuhannya sangat-sangat penting,” lanjutnya.

Serupa, Rifqi Mohammad AS, CEO dan Founder dari NoMi-NoMi Delight menuturkan bahwa visual dari makanan berperanan penting dalam meningkatkan engagement dan penjualan bisnis.

“Visual itu pengaruh banget ke selling. Ketika foto bagus, produk itu otomatis jualan sendiri tanpa kita harus jualan. Begitupun customer, otomatis beli sendiri tanpa kita suruh beli. Visual yang bagus itu sangat efektif untuk penjualan bisnis kita,” jelas Rifqi.

Tips food photography
Di kesempatan yang sama, food blogger @fooddirectory Windy Iwandi membeberkan tips seputar food photography, agar hasil foto menjadi ciamik dan menarik bagi konsumen.

Pertama, bersahabat dengan jendela. Kunci utama fotografi ialah cukup cahaya. Jadi, usahakan untuk mendapat cahaya, baik cahaya alamai dari sinar matahari atau dari lampu.

Kedua, pilih background yang netral untuk menciptakan kesan clean. Siapkan latar berwarna polos seperti putih agar fokus dari konsumen langsung tertuju pada produk makanan.

Ketiga, gunakan kamera ponsel, jika tak ada kamera canggih di rumah. Jangan lupa pelajari mode dan fitur ponsel.

Keempat, gunakan metode foto close-up untuk menunjukkan detail dari makanan. Bisa dengan mode portrait atau mendekatkan jarak ke makanan. Caption pun tak perlu panjang, karena foto sudah mendeskripsikan makanan.

“Kalian bisa menggunakan semua barang yang ada di dapur. Nggak usah mikirin propertinya belum ada, foto aja dulu. Habis itu kalian bisa upload ke sosial media kalian, dari sana bisa dapat respons dari orang-orang kalau misal bagus, lanjutkan, berarti kalian sudah bisa foto produk kalian,” lanjut Wendy.

(LH)