Kritik Youtuber, SkinnyIndonesian24: Tujuan Buat Konten Bukan Uang!

Addiction.id-Jakarta. Youtuber SkinnyIndonesian24 Jovidal Da Lopez dan Andovi Da Lopez mengaku resah dengan konten Youtube saat ini. Menurutnya, isinya terkadang kurang berkualitas dan mendidik. Da Lopez bersaudara itu pun mengkritik para content creator dengan membuat ‘YouToube Got Talent’.

“Jadi itu adalah sebuah karya satir di mana kita menunjukan ke pononton Youtube Indonesia keadaan Youtube sekarang. Kita menunjukan bahwa banyak yang bikin Youtube kaya gini,” kata Jovi dalam Seminar Citra Pariwara 2020 bertajuk ‘Bounce Back With Creativity’, Jumat 11 Desember 2020.

Menurut Jovi, banyak Youtuber membuat konten kurang berkualitas karena tujuan mereka sekedar uang. Bagi Jovi, uang seharusnya nomor dua. Nomor satu adalah bagaimana seorang content creator bisa menuangkan ide-ide hasil kreativitasnya ke dalam sebuah karya.

“Banyak orang bikin konten Youtube seperti menginfokan keseharian, jalan-jalan. Itu karena tujuan mereka uang. jadi menekan pengeluaran dalam membuat konten untuk menghasilkan keuntungan sebesar-besarnya,” kata Jovi.

Ekosistem itu yang membuat Jovi dan Andovi memutuskan keluar dari Youtube pada 2021 nanti. Menurutnya, ekosistem Youtube sudah tidak sehat. Meski masih ada content creator berkualitas, reputasi mereka akan kalah dibandingkan banyaknya konten Youtuber yang tidak berkualitas.

“Selain itu, alasan keluar karena image Youtube yang kuat. Kita akan kalah sama mayoritas kalau tetap bertahan di Youtube,” katanya.

Untuk ke depannya, Jovi menyampaikan, dirinya dan Andovi akan fokus pada dunia film. Mereka akan tetap mempertahankan potensinya untuk menghasilkan sebuah karya yang mengandung unsur cerita di dalamnya.

“Kita dari awal suka membikin cerita. Apapun isi kontennya pasti ada ceritanya. Dan menurut gua, format bercerita tertinggi menurut gua adalah di film atau teater musik,” kata Jovi.

Senada, Andovi menyatakan, keluar dari Youtube bukan akhir dari segalanya. Sebab, Youtube hanya sebuah medium untuk menyalurkan ide-ide kreatif mereka.

“Dari awal content creator engga harus sempit ruang lingkupnya ke satu medium saja. Content creator itu dibebaskan memilih platform mereka,” kata Andovi.

“Oke lah dalam tanda petik gua gede di Youtube. Tapi bukan Youtube yang mendefinisikan gua sebagai manusia, tapi isi otak gua,” pungkasnya.

(HY)