Mulya Amri: Prinsip Berkelanjutan Tingkatkan Reputasi Brand Perusahaan

Addiction.id-Jakarta. Direktur Riset Katadata Insight Center Mulya Amri menyampaikan, sebanyak 91 persen perusahaan setuju menerapkan prinsip berkelanjutan.

Prinsip berkelanjutan yang dimaksud yakni menerapkan konsep green economy dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, kesetaraan sosial, dan mengurangi kerusakan lingkungan secara signifikan.

Pun prinsip itu, sejalan dengan 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Tiga di antaranya yakni tanpa kemiskinan, kehidupan sehat dan sejahtera, serta konsumsi dan produksi yang bertanggungjawab.

Amri melanjutkan, dari 91 persen angka itu, 43 persen perusahaan setuju menerapkan prinsip berkelanjutan karena tuntutan konsumen. Kemudian, 38 persen karena untuk mengantisipasi regulasi dan 32 persen tuntutan dari karyawan. 

“Terutama konsumen di negara maju, karena tingkat pendapatannya sudah tinggi maka konsumen berhak menuntut yang terbaik bagi dirinya. Saya yakin, semakin makmur Indonesia, semakin sadar untuk menuntut hal itu,” kata Amri dalam Master Class ‘Building Brand In The Era of Sustainable Society’ yang digelar Citra Pariwara, Kamis 10 Desember 2020.

Dengan adanya data itu, Amri pun mengajak perusahaan-perusahaan mulai menerapkan prinsip berkelanjutan. Selain dituntut konsumen, prinsip berkelanjutan tersebut akan memberikan manfaat jangka pendek dan jangka panjang bagi perusahaan.

“Manfaat nyata bagi perusahaan seperti meningkatkan pendapatan, meningkatkan nilai lebih perusahaan karena memiliki reputasi brand yang bagus, mengurangi biaya karena tidak harus membayar limbah lagi, dan mengurangi risiko dari reputasi dan regulasi yang ada,” kata Amri.

Selain itu, prinsip berkelanjutan menjadi sebuah solusi yang harus dipraktikan semua perusahaan di masa pandemi covid-19. Menurut Amri, adanya pandemi Covid-19 ini, menunjukan bahwa bumi sedang berubah. Prinsip berkelanjutan atau green economy bisa menjadi solusi untuk mengatasi hal itu. Di samping membuat bumi lebih hijau, prinsip ini bisa membuat masyarakat menjadi sejahtera dan makmur.

“Kondisi pandemi ini memberikan sebuah kesempatan yang ada. Memang ini kesempatan kecil. Tapi ini sangat penting untuk merefleksikan ulang bagaimana selema ini kita mengelola ekonomi dan kekayaan alam. Pandemi ini, kita harus berpikir tentang green economy. Dan pandemi ini seharusnya menjadi momentum mendorong ekonomi hijau,” katanya.

Amri pun menjelaskan metode untuk mengukur dan mengkomunikasikan SDGs jika perusahaan sudah menerapkan prinsip berkelanjutan. Salah satu metode yang sering digunakan adalah SDGs Compass. Metode ini memiliki lima langkah yang harus dilakukan.

Langkah pertama, perusahaan harus memahami dan mengerti dahulu tentang SDGs. Langkah kedua, pihak perusahaan mulai menentukan prioritas dari 17 SDGs yang ada.

“Ketiga melakukan setting goals, lalu melakukan integrasi antara konsep dan implementasi, terakhir reporting and communicating,” kata Amri.

Amri menjelaskan, pelaporan tentang penerapan prinsip berkelanjutam semakin banyak dilakukan perusahaan. Pun menjadi kunci bagi perusahaan untuk mengabarkan program dan dampak yang telah dihasilkan kepada masyarakat luas.

“Misalnya Nestle Indonesia dalam iklanya mereka tunjukan sudah bekerja sama dengan 26 ribu peternak sapi perah dari 42 koperasi di 16 daerah jawa Timur, kemudian memberikan good agriculture practice selama lebih dari 35 tahun lewat pendampingan teknis maupun finansial,” kata Amri.

(HY)