Kampanye Iklan Daring Kurang Diminati Paslon Pilkada 2020

Addiction.id-Jakarta. Berkampanye melalui iklan secara daring kurang diminati oleh para pasangan calon (paslon) yang bertempur di pemilihan kepala daerah (Pilkada) Serentak 2020.

Hal tersebut sebagaimana disampaikan oleh Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Mochammad Afifuddin. Menurutnya, paslon lebih mengandalkan kampanye tatap muka atau pertemuan terbatas.

“Dari hasil pengawasan kami, kampanye tatap muka tetap menjadi pilihan. Kampanye daring atau penayangang iklan tidak bisa diharapkan,” kata Afif saat seminar daring dengan tajuk Sosialisasi Debat Publik dan Iklan Kampanye di Jakarta, dikutip dari beritasatu, Jumat (06/11).

Ia membeberkan, hasil pengawasan Bawaslu selama sebulan kampanye, ada 43.063 kegiatan kampanye.

Secara rinci, jumlah tertinggi didominasi kampanye tatap muka dengan 39.303 kegiatan. Kemudian disusul oleh kampanye penyebaran bahan kampanye, yaitu 1.815 kegiatan. Lalu berkampanye dengan alat peraga kampanye (APK) dengan 1.698 kegiatan. “Sementara, kampanye dengan media daring hanya 247 kali,” sambung Afif.

Afif melihat berkampanye secara dan memasang iklan, baik melalui media daring maupun media sosial, tak membuahkan hasil maksimal. Padahal cara ini diharapkan paling banyak digunakan menimbang pandemi Covid-19.

Ia menduga, minimnya minat kampanye daring karena ketidaksiapan tim kampanye dan pasangan calon menggunakan cara tersebut.

Selain itu, lanjut Afif, pemanfaatan cara ini dianggap tak dialog dan komunikatif sehingga dinilai tak efektif dalam menyampaikan visi, misi, dan program untuk menarik pemilih.

β€œHal ini membuat kampanye dengan metode daring menjadi metode paling kurang diminati dibandingkan bentuk kampanye lainnya. Hingga satu bulan tahapan kampanye, jumlah kegiatan kampanye daring paling sedikit dibandingkan kampanye tatap muka atau pertemuan terbatas, pemasangan alat peraga kampanye, penyebaran bahan kampanye,” tutur dia.

(LH)