Diberdayakan Untuk Beriklan, TikTok Tumbuh Pesat

Addiction.id-Jakarta. Penggunaan TikTok untuk beriklan tumbuh pesat di Asia Tenggara. Kendati demikian, online marketing global tetap dikuasai Facebook dan Google. Hal ini sebagaimana laporan Laporan Indeks Kinerja edisi ke-11 dan Indeks Pertumbuhan edisi ke-2 yang dirilis AppsFlyer.

Beverly Chen, Marketing Director APAC AppsFlyer, mengatakan pada Kamis (05/11) bahwa 2020 menjadi tahun penting karena banyak wilayah yang berubah dengan cepat.

Fenomena tersebut tentu tak terlepas dari pandemi Covid-19 yang memaksa banyak orang untuk bekerja dari rumah dan beralih ke perangkat digital. Sehingga tak ayal bila banyak aplikasi digital yang mengalami pertumbuhan pesat. Bahkan, hal ini pun berimbas pada semakin ketatnya kompetisi antara para pemain di industri periklanan.

Indeks Pertumbuhan AppsFlyer menunjukkan adanya peningkatan di jaringan iklan di kawasan Asia Tenggara, jika membandingkan semester I dengan semester II 2020. Indeks ini menguji 90 juta penginstalan dan 1.400 aplikasi di Singapura, Indonesia, Thailand, dan Vietnam—salah satunya TikTok.

Disebutkan bahwa jejaring sosial tersebut berada di peringkat pertama pada Indeks Pertumbuhan Indonesia dan Vietnam, dengan jumlah penginstalan hingga tiga kali lipat. Pertumbuhan yang cepat ini membuat TikTok Ads menjadi jaringan iklan dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia.

“Kami melihat bahwa TikTok menunjukkan pertumbuhan sangat pesat di Indonesia dan Vietnam. Pertumbuhan ini menghasilkan momentum yang signifikan di Asia Tenggara. Periode saat ini memang unik untuk industri ini,” katanya

(LH)