Jutaan Iklan yang Halangi Pilpres AS Dihapus Facebook

Addiction.id-Jakarta. Perusahaan jejaring sosial raksasa Facebook dikabarkan menolak 2,2 juta permintaan iklan di dua platformnya, Facebook dan Instagram. Pasalnya, iklan-iklan ini dinilai menghalangi pemungutan suara pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) November nanti.

Berdasarkan keterangan Wakil Presiden Facebook Urusan Global Nick Clegg, pihaknya juga menarik 120.000 unggahan dan memberi peringatan pada 150 juta unggahan karena alasan yang sama, dikutip Senin (19/10).

Clegg menjelaskan bahwa Facebook memanfaatkan kecerdasan buatan yang memungkinkannya menghapus unggahan dan akun palsu, bahkan sebelum ada pengguna yang melaporkan. Dalam hal ini, lanjutnya, pihaknya telah bermitra dengan 70 media untuk memverifikasi informasi.

Untuk diketahui, setelah pemilu 2016, Facebook memperkenalkan program pengecekan fakta tersebut. Pada tahun lalu, perusahaan menambahkannya ke Instagram tahun lalu.

Sejak saat itu, program tersebut telah berkembang hingga ke fitur grup Facebook, di mana disinformasi kerap terjadi. Kemudian program ini memiliki hasil yang beragam.

Pada minggu lalu, Wall Street Journal (WSJ) melaporkan seberapa jauh Facebook berupaya menangani keluahan kaum konservatif karena mereka merasakan bias dalam algoritmanya.

WSJ juga mengatakan bahwa Facebook merancang perubahan pada algoritma umpan beritanya pada 2017 lalu. Tujuannya untuk mengurangi visibilitas konten dari situs berita berhaluan kiri–seperti Mother Jones di platformnya, dengan persetujuan CEO Mark Zuckerberg.

Artinya, Facebook telah berupaya mengurangi potensi kekacauan pada 3 November mendatang dan sesudahnya.

Perusahaan juga akan melarang iklan yang mengklaim kemenangan dalam pemilihan presiden AS, atau iklan yang mengklaim penipuan yang mengubah hasil pemilihan. Lebih spesifik, Facebook akan menolak iklan dari Donald Trump atau Joe Biden, jika mereka mencoba untuk mengklaim kemenangan sebelum waktunya.

(LH)